Laporkan Masalah

EFISIENSI ALOKATIF DAN PENDAPATAN USAHATANI KAKAO KEMITRAAN DI KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL

MARCELINA PRISCHA M, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.;Dr. Ir. Any Suryantini, M.M.

2016 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas usahatani kakao kemitraan di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, (2) tingkat efisiensi alokatif usahatani kakao kemitraan di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, (3) perbedaan pendapatan usahatani kakao dengan mitra yang berbeda di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Patuk pada awal tahun 2016, dengan pemilihan sampel lokasi penelitian secara purposive sampling yaitu petani kakao di Desa Nglanggeran yang bermitra dengan PT. Bumi Tangerang Mesindotama dan petani kakao di Desa Patuk yang bermitra dengan PT. Pagilaran. Petani kakao dipilih secara acak sebanyak 15 orang dari masing-masing usahatani kemitraan sebagai responden, sehingga total responden dalam penelitian ini adalah 30 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kakao, analisis efisiensi alokatif, analisis pendapatan, dan pengujian beda rerata pendapatan usahatani kakao kemitraan antara PT. Bumi Tangerang Mesindotama dan PT. Pagilaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) faktor-faktor yang meningkatkan produktivitas usahatani kakao kemitraan adalah penggunaan pupuk sumber N dan curahan tenaga kerja, (2) penggunaan faktor produksi pupuk sumber N dan curahan tenaga kerja belum efisien secara alokatif, (3) Rata-rata pendapatan usahatani kakao kemitraan PT. Bumi Tangerang Mesindotama sebesar Rp 5.734.769,12/ha/tahun, sedangkan usahatani kakao kemitraan PT. Pagilaran sebesar Rp 3.858.380,54/ha/tahun. Hasil uji t-hitung sebesar 1,114 dan t-tabel sebesar 2,048 yang mengindikasikan bahwa t-hitung � t-tabel, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan usahatani kakao kemitraan PT. Bumi Tangerang Mesindotama dengan PT. Pagilaran di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul.

The objectives of this research are to determine: 1) factors which affect the productivity of cocoa farming partnership in district Patuk, Gunungkidul regency, 2) allocative efficiency of cocoa farming partnership in district Patuk, Gunungkidul regency, 3) the difference of the income of cocoa farming with different partnership in district Patuk, Gunungkidul regency. The method used in this research is descriptive analysis. This research was done in district Patuk, Gunungkidul regency in early 2016, the selection of research site samples used purposive sampling, cocoa farmers in Nglanggeran Village in partnership with PT. Bumi Tangerang Mesindotama and cocoa farmers in Patuk Village in partnership with PT. Pagilaran. Fifteen people of cocoa farmers were randomly selected as respondents from each farming partnership. Therefore, total of the respondents were 30 persons in this research. The analysis method used in this research was regression, to determine the factors affecting the productivity of cocoa, allocative efficiency analysis, income analysis, and testing of the difference average for income value between cocoa farming partnership PT. Bumi Tangerang Mesindotama and PT. Pagilaran. The results showed that: 1) factors that increase the productivity of cocoa farming were the used of fertilizer N sources and labor, 2) used of fertilizer N sources and labor have not achieved efficienly, and 3) the average income from cocoa farming partnership with PT. Bumi Tangerang Mesindotama is Rp 5.734.769,12/ha/year, while PT. Pagilaran is Rp 3.858.380,54/ha/year. T-test showed the t-value is 1,114 with critical t-value 2,048 which indicates that t-value � critical t-value, means there is not a significant difference between the income of cocoa farming partnership with PT. Bumi Tangerang Mesindotama and PT. Pagilaran in district Patuk Gunungkidul regency.

Kata Kunci : kakao, efisiensi alokatif, pendapatan/cocoa, allocative efficiency, income

  1. S1-2016-335020-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335020-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335020-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335020-title.pdf