Laporkan Masalah

KATA ADALAH, IALAH, DAN MERUPAKAN DALAM KLAUSA BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKTIS DAN SEMANTIK

KIKI RISKITA SARI, Dr. Tri Mastoyo, M.Hum

2016 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan perilaku sintaktis dan ciri semantis klausa berpredikat verba kopula (VK) kata adalah, ialah, dan merupakan. Dalam penelitian ini digunakan data yang berupa klausa berbahasa Indonesia dari ragam fiksi, ragam jurnalistik, dan ragam ilmiah. Data penelitian ini kemudian dianalisis dengan menerapkan metode agih. Identitas kata adalah, ialah, dan merupakan dipandang berbeda-beda oleh beberapa ahli bahasa. Perbedaan pandangan identitas ketiga kata yang tergolong verba kopula tersebut dapat memengaruhi stuktur fungsi klausa dan struktur makna yang dibangunnya. Pandangan bahwa verba kopula di dalam suatu konstruksi berkedudukan sebagai pemisah akan menciptakan struktur fungsi klausa yang ada berupa S-P, sedangkan pandangan bahwa verba kopula berkedudukan sebagai P menciptakan struktur fungsi klausa menjadi S-P-PEL. Kehadiran PEL merupakan perubahan fungsi atas keberadaan VK sebagai P. Struktur fungsi yang berbeda juga akan memengaruhi struktur makna klausanya. Penelitian ini menemukan setidak-tidaknya klausa ber-P VK adalah, ialah, dan merupakan memiliki 5 jenis struktur makna (peran), yaitu Pokok-Pengenal-Penderita, Pokok-Pengenal-Hasil, Pokok-Pengenal-Ciri, Pokok-Pengenal-Tujuan, dan Pokok-Pengenal-Pelaku. Kedudukan fungsi VK sebagai Predikator di dalam klausa membatasi makna (peran) yang dimilikinya sehingga makna (peran) yang tercipta pada klausa ini lebih merupakan relasi makna antarargumennya. Klausa ber-P VK jika dilihat dari kedudukannya sebagai predikator setidak-tidaknya membutuhkan 2 argumen yang mengapitnya, tidak bisa kurang. Konstituen-konstituen pengisi klausa ber-P VK adalah, ialah, da merupakan tidak hanya berkategori nomina (klausa ekuatif) tetapi juga dapat berkategori verba, pronomina, dan adjektiva. Keempat kategori tersebut dapat menempati frasa baik di ruas kiri maupun ruas kanan sesuai dengan strukturnya.

The purpose of this research to discover syntactic behaviour and semantic features in copulative clauses that have predicate adalah, ialah, and merupakan by observing the function category and meaning of the elements. The data are simple Indonesian clauses pattern that selected from a number of fictional, journalistic, and scientific texts. The data of syntactic research that approach based on semantics is analyzed by using distributional method. Indonesian linguists have different opinion about identity of adalah, ialah, and merupakan. The different opinion influences the structure functions clauses and structure meaning. Copulative verbs as a separator in clause make the function is S-P, while as predicator, the function is S-P-PEL. The different function structure will affect the meaning structure in copulative verbs clauses. This research found that copulative verbs clauses predicate of word adalah, ialah, and merupakan have 5 types of meaning structure, they are Pokok- Pengenal-Penderita Pokok-Pengenal-Hasil Pokok-Pengenal-Ciri,Pokok-Pengenal-Tujuan, dan Pokok-Pengenal-Pelaku. The function of copulative verbs as predicator in clause limiting the meaning, and consequently the meaning of this clause is relation between the arguments. Copulative verbs clauses need 2 arguments. This research showing the other type of category pattern in copulative verbs clauses.

Kata Kunci : verba kopula, pola kategori klausa, struktur makna (peran), predikat, ialah, adalah, merupakan.

  1. S1-2016-334999-abstract.pdf  
  2. S1-2016-334999-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-334999-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-334999-title.pdf