Analisis Rasio Keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tahun 2013-2015
MUHAMMAD AZIZ MUSLIM, Drs. Achmad Choiruman Mudi Cahyono, M.Si.
2016 | Tugas Akhir | D3 MANAJEMEN SVTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Persero). Penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas, dan rasio aktivitas. Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan perusahaan selama periode 2013-2015. Setelah dilakukan analisis rasio keuangan dilakukan interpretasi dan dibandingkan dengan rata-rata industri untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan dapat dikatakan baik atau buruk. Hasil analisis rasio keuangan menunjukkan bahwa rasio likuiditas perusahaan mengalami kenaikan tiap tahunnya tetapi hanya rasio cepat yang berada diatas rata-rata industrinya. Rasio solvabilitas perusahaan berada diatas rata-rata industri yang menunjukkan sumber pendanaan perusahaan lebih banyak berasal dari utang. Rasio profitabilitas terus mengalami kenaikan tetapi masih berada dibawah rata-rata industri. Rasio aktivitas perusahaan terus mengalami penurunan tiap tahunnya dan hanya rasio perputaran aktiva yang berada diatas rata-rata industri. Secara keseluruhan kinerja keuangan perusahaan dapat dikatakan kurang baik karena nilai rasio keuangannya berada dibawah nilai rata-rata industri.
Goal from this research is to determine the financial performance. Pembangunan Perumahan (Persero). This research using financial ratio analysis who consist from liquidity ratio, solvency ratio, profitabilty ratio, and activity ratio. This research use data company�¢ï¿½ï¿½s financial statements during the period 2013 until 2015. After the analysis of financial ratio do interpretation and compared with the average indusri to find out if the company's performance can be good or bad. Financial ratio analysis results indicate that the company's liquidity ratio has increased every year but only a quick ratio that is above the industry average. Company solvency ratio is above the industry average which indicates the source of corporate funding comes from more of the debt. Profitability ratio have continued to rise but remain below the industry average. Activity ratio continues to decline each year and only asset turnover ratio which is above the industry average. Overall the company's financial performance can be said to be bad because of the value of its financial ratio is below the average value of the industry.
Kata Kunci : analisis rasio keuangan, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, rasio aktivitas