Laporkan Masalah

TAHAPAN PERKEMBANGAN KOTA HELSINI (FINLANDIA) DAN KOTA SINGAPURA MENUJU KOTA KREATIF DESAIN UNESCO

METRI WULANDARI , Prof.Ir. Achmad Djunaedi, M.UP., Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Keterbatasan lahan yang ada untuk perkembangan kota menuntut masyarakat sebagai aktor di dalam kota tersebut untuk kreatif dalam mengembangkan kotanya. Pengembangan kota dengan kreativitas ini umumnya disebut dengan konsep Kota Kreatif (Creative City). Dalam penelitian ini, kota kreatif yang menjadi fokus penelitian ialah kota kreatif yang didefinisikan oleh Badan Internasional UNESCO khususnya Kategori Desain. Penelitian ini menggunakan metode content analysis dengan teknik analisis time series dan analisis hubungan. Dalam penelitian ini, diambil 2 kota, yaitu 1 kota di Asia yaitu Singapura dan 1 kota di Eropa yaitu Helsinki. Penentuan kedua kota ini didasarkan pada perwujudan kota kreatif desain berdasarkan karakteristik yaitu Kota Helsinki sebagai kota kreatif desain UNESCO dengan modal heritage yang besar di masa lampau sedangkan Kota Singapura tidak memiliki modal heritage namun mendapatkan predikat yang sama dengan Helsinki yaitu sebagai kota kreatif desain UNESCO. Untuk itu, penelitian ini untuk mengidentifikasi dan membandingkan proses tahapan perkembangan kota kreatif desain pada kota Helsinki dan Singapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa persamaan dan perbedaan dalam hasil produk dan proses tahapan perkembangan kota menjadi kota kreatif desain UNESCO. Hal ini disebabkan adanya faktor yang mempengaruhi perkembangan kota kreatif desain yaitu faktor kebijakan pemerintah, pemberian fasilitas dan dukungan, arahan kebijakan, eksistensi, sumberdaya manusia, globalisasi, competitiveness, event dan komunitas desain internasional, dan kualitas hidup.

Land limitations for city development makes society to be creative in developing the city. City development based on creativity is generally referred to the concept of Creative City. In this research, the term “creative city’ is used as the International Agency for UNESCO in the design category. This study uses content analysis with technical analysis is the analysis of time series analysis and causal analysis. There are two cities taken as case studies, one in Asia, Singapore and another in Europe: Helsinki. These cities were chosen based on its characteristics, whereas Helsinki has been awarded as UNESCO creative city of design with a huge heritage while Singapore has no heritage assets. But stil manages to get the same award as UNESCO creative city of design. Therefore, this research aims to identify and compare the process of creative urban design development stages of within the cities observed. The result shows that there are similarities and differences in the end product and urban development stages of the UNESCO creative city of design. Factors influencing the development of creative city of design are government policies, the provision of facilities and support, policy direction, existence, human resources, globalization,competitiveness, International event and community of design, and quality of life.

Kata Kunci : Kota Kreatif Desain, tahapan perkembangan, faktor, pemerintahan, proses

  1. S1-2016-330130-abstract.pdf  
  2. S1-2016-330130-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-330130-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-330130-title.pdf