Efektivitas Jalur Pedestrian di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru
GHINA FATHIRA, Ratna Eka Suminar, ST.,M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAJalur pedestrian merupakan salah satu bentuk path yang ada di kota. Path merupakan salah satu elemen pembentuk kota yang berguna untuk melakukan pergerakan dari suatu tempat ke tempat lain (Lynch, 1975). Sebagai jalur untuk berjalan kaki, jalur pedestrian harus memiliki standar tertentu. Kota Pekanbaru membangun jalur pedestrian di beberapa ruas jalan salah satunya Jalan Sudirman. Jalan Sudirman merupakan jalan protokol Kota Pekanbaru yang memiliki guna lahan yang beragam. Jalur pedestrian di Jalan Sudirman dinilai efektivitasnya dari segi aktivitas dan pelayanan. Aktivitas yang diperbolehkan berada di jalur pedestrian adalah aktivitas yang tidak mengganggu kinerja jalur. Sedangkan pelayanan yang diberikan jalur pedestrian harus memenuhi beberapa kriteria seperti aksesibilitas, keselamatan, kenyamanan, keindahan, kemudahan, dan interaksi (Kementerian Pekerjaan Umum, 2014). Oeh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengukur efektivitas jalur pedestrian di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru berdasarkan kriteria tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah deduktif kualitatif-kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara. Penentuan responden wawancara dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner kepada 100 pedestrian di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru. Penentuan responden kuesioner dilakukan dengan teknik accidental sampling. Jalur pedestrian di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru dinilai efektif dari tingkat pelayanan. Namun dari aktivitas pemanfaatan ruang, jalur pedestrian dinilai tidak efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan masih adanya konflik ruang di jalur pedestrian. Jalur pedestrian membutuhkan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan. Selain itu, perlu adanya perawatan dan penertiban terhadap kegiatan yang ada di jalur pedestrian.
Pedestrian way is one of the path forms in the city. Path is one of the elements of the city that is useful to perform a movement from one place to another (Lynch, 1975). As the walking paths, pedestrian ways must have certain standards. Pekanbaru city build pedestrian way on some roads one of which is on Sudirman street. Sudirman street is the protocol way which has diverse land use. Pedestrian way in Sudirman street rated its effectiveness in terms of activity and service. Activities are allowed in the pedestrian path are activities that are not interfere with the performance track. While the services provided pedestrian path must fulfills the criteria such as accessibility, safety, comfort, aesthetic, convenience, and interaction (Kementerian Pekerjaan Umum, 2014). Therefore, this research was conducted to measure the effectiveness of pedestrian ways on Sudirman street Pekanbaru based on these criteria. The method used was deductive qualitative-quantitative. Qualitative methods carried out by field observations and interviews. Respondent interviews were conducted with a purposive sampling techniques. Quantitative methods conducted using questionnaires to 100 pedestrian in Sudirman street, Pekanbaru. Determination of questionnaire respondents conducted by accidental sampling technique. Pedestrian way in Sudirman street rated effective on the level of service. But the utilization of space activities, pedestrian ways considered ineffective. The results of this study indicate the persistence of the conflict space in the pedestrian way. Pedestrian way requires improving the quality and quantity of services. In addition, the need for treatment and the control of existing activities in the pedestrian way.
Kata Kunci : jalur pedestrian, aktivitas, tingkat pelayanan