ANALISA TINGKAT KEBISINGAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP STRES KERJA DI STASIUN KOMPRESOR GAS PT PERTAMINA GAS MUNDU
HERLIMAN SAVIRTA AZIS PILIANG, Ir. Janu Pardadi, M.T
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIRasa nyaman dan aman pada lingkungan kerja merupakan faktor penting untuk mendorong produktivitas kerja. Lingkungan kerja yang baik harus mempunyai tingkat kebisingan yang tidak melebihi nilai ambang batas (NAB) sesuai dengan Peraturan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi PER.13/MEN/X/2011. Penelitian ini dilakukan pada Stasiun Kompresor Gas (SKG) PT. Pertagas Mundu. Penelitian ini menganalisa tingkat kebisingan (noise) dan pengendalian bahaya (hazard control) serta pengaruh kebisingan terhadap stres kerja karyawan. Data penelitian di dapat dari hasil pengukuran kebisingan yang dilakukan oleh karyawan Stasiun Kompresor Gas, melalui observasi lingkungan kerja dan penyebaran kuisioner. Pengukuran kebisingan dilakukan dengan menggunakan environment meter krisbow KW06-291. Pengukuran dilakukan di titik tertentu berdasarkan pada seringnya tempat tersebut dilalui pekerja. Kemudian dilakukan pembuatan peta kebisingan dengan menggunakan software Surfer 10. Hasil pengaruh kebisingan terhadap stress kerja dianalisa dengan menggunakan metode analisa uji chi-square. Tingkat kebisingan tertinggi mencapai 98,6 dB yang terdapat di area mesin turbin. Waktu maksimum yang diperbolehkan pada tingkat kebisingan 98,6 dB adalah 21 menit. Hasil observasi menunjukan terdapat beberapa pekerja yang terpapar kebisingan sebesar 98,6 dB dan tidak sesuai dengan NAB yaitu maintenance turbin dengan waktu paparan 42 menit, mekanik turbin dengan waktu paparan 78 menit, dan operator turbin dengan waktu paparan 48 menit. Berdasarkan hasil kuisioner pekerja kadang kala terganggu dengan kebisingan di lingkungan kerja. Berdasarkan analisa chi-square tidak terdapat hubungan antara kebisingan dengan stres kerja.
Comfort and safety in the work environment is an important factor to increase productivity. A good working environment must have noise level under the Nilai Ambang Batas (NAB) that correspond to Ministry of Manpower and Transmigration regulation, PER.13 / MEN / X / 2011. This research was conducted at the Gas Compressor Station of PT. Pertagas Mundu. This research analyzes the noise level, hazard control and the influence between noise and the stress of worker. Noise measurement as a research data earned by the worker of Gas Compressor Station, through observation and questionnaires. Noise measurements performed using Krisbow environment meter type KW06-291. Measurements were made at a specific point based on the frequency of workers pass these places. Then made the maps of noise using Surfer 10 software. The results of the effect of noise on job stress were analyzed using chi-square analysis. The highest noise level reaches 98.6 dB, contained at the turbine area. The maximum time allowed is 21 minutes. Observation result shows there are some workers exposed to 98.6 dB noise which is not in accordance with the NAB, specifically 42-minute as a turbine maintenance worker, 78 minute as a mechanical turbine worker, and 48 minutes as a turbine operator. Based on the results of questionnaires, sometimes they were disturbed. Based on the chi-square analysis there was no correlation between the noise and work stress.
Kata Kunci : noise, hazard control, waktu paparan, exposed time, stress kerja, work stress.