AGENSI PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH (Studi di Kampung Code Utara, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta)
AAN HAPRIYANTI, Prof.Dr. Partini, S.U.
2016 | Skripsi | S1 SOSIOLOGISampah merupakan permasalahan klasik disetiap penjuru tanah air, tidak terkecuali kota budaya Yogyakarta. Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun rumah tangga, sampah merupakan tumpukan limbah yang bau sangat menyengat dan juga kotor. Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan. Oleh karena itu harus dilakukan pengelolaan sampah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui agensi perempuan dalam pengelolaan sampah di Kampung Code Utara dan mengetahui upaya warga dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian di Kampung Code Utara, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Informan yang digunakan sebanyak 8 orang di Kampung Code Utara RT 01/RW 01 dengan perbedaan latarbelakang yaitu, petugas sampah, pengurus organisasi bank sampah dan ibu-ibu. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan 3 tahap, yaitu (data reduction) reduksi data, (data display) penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi perempuan dalam pengelolaan sampah sangat mendominasi dan juga mempunyai kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi, tidak semua memiliki kesadaran melakukan pemilahan sampah hanya sebagian saja. Sedangkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan masih sangat rendah karena ada beberapa tempat yang terdapat tumpukan sampah, hal ini menunjukkan bahwa warga Kampung Code masih bersifat paternalistik. Berbagai upaya dalam pengelolaan sampah maupun menjaga kebersihan lingkungan sudah dilakukan oleh warga seperti kegiatan bank sampah, pembiayaan iuran sampah, melakukan kegiatan bersih-bersih kampung. Pengelolaan sampah menjadikan dampak ekonomi bagi warga Kampung Code Utara, hal ini merupakan dampak positif untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara. Para perempuan memiliki relasi dengan BLH (Badan Lingkungan Hidup) dan juga beberapa komunitas seperti komunitas Merti Code.
Waste is a classic problem in this whole country, including the cultural city, Yogyakarta. Waste in unused thing resulted from production process whether it comes from households or industrials. Based on UU No. 18 tahun 2008 about Pengelolaan Sampah, waste is anything left whether it is the result of human daily activities or natural process, whether it is in the form of solid of semi-solid matters, whether it is organic or inorganic, whether it is disposable or not, that considered not useful anymore and being thrown. Waste management needs to be held to decrease the volume of waste that will be thrown in to the landfill. The purpose of this research is knowing agency of women in waste management in Kampung Code Utara and their effort in managing waste. This research uses qualitative method with descriptive approach. The location for this research in Kampung Code Utara, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Research uses 8 informants from Kampung Code Utara RT 01/RW 01 with different backgrounds, such as dustmen, staffs of trash bank organization, and housewife. Type of data that being used is primary data and secondary data, while collecting data methods using observation, interview, documentation and literature review. Data analyzing uses 3 steps, they are reduction, data display and conclusion. The result of research shows agency of women in managing waste is dominating and they also have the awareness to maintaining environments sanitation. But, not all of the people aware of waste managing such as sorting trash. There are still a lot of pile of trashes here and there, it shows that people in Kampung Code have low awareness of waste management and that they are still paternalistic. Many efforts in managing waste or maintaining environments sanitation have been done, such as trash bank, waste contribution fees, and routine kampung cleaning. Managing trash gives as positive financial effect on people in Kampung Code Utara, and also decreases the trash volume that be sent to landfill. The women have relation with BLH (Badan Lingkungan Hidup) and also some communities such as Merti Code Community.
Kata Kunci : Pengelolaan sampah, lingkungan, agensi perempuan/waste management, environment, egency of women.