The Dynamic of ASEAN Maritime Security Cooperation in South China Sea and its Implication towards Southeast Asia Regional Security
HELENACONIA DE HANNA, DR. Dafri Agussalim, M.A.
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALTren keamanan di kawasan Asia Tenggara akhir-akhir ini terfokus pada perebutan batas wilayah teritori dan kekuasaan maritim di Laut Cina Selatan. Wilayah laut ini sangat penting bagi negara yang mengelilinginya, selain memiliki cadangan energi yang besar juga sumber daya kelautan yang sangat potensial, kawasan Laut Cina Selatan merupakan salah satu jalur perdagangan international yang strategis. Keuntungan geopolitik wilayah ini berpengaruh signifikan pada negara sekitar khususnya kawasan Asia Tenggara dimana kawasan maritim merupakan salah satu fitur utama dalam kepentingan ekonomi dan politiknya, maka dari itu banyak kehidupan masyarakat di Asia Tenggara yang bergantung pada kesejahteraan wilayah maritim ini. Konflik Laut Cina Selatan berperan dalam perubahan pada konstruksi arsitektur keamanan kawasan Asia Tenggara. Reputasi dan kesuksesan ASEAN dalam menangani konflik antar negara di kawasan Asia Tenggara membuat ASEAN dituntut untuk mampu menangani konflik di Laut Cina Selatan, terlebih konflik yang terjadi antara beberapa anggota ASEAN dengan aktor lain yang terkait khususnya Cina sebagai aktor yang paling aktif dalam keseluruhan konflik ini. Akan tetapi tantangan yang dihadapi ASEAN tidak hanya terbatas pada masalah perebutan kedaulatan teritorial namun juga sektor kemanan non tradisional seperti aktivitas perikanan ilegal, pembajakan dan perampokan bersenjata, terorisme di laut, dan kejahatan lintas negara lainnya seperti peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang dan migrasi ilegal. Tesis ini memberikan penilaian terhadap pendekatan baru yang dilakukan ASEAN di sektor kemanan maritim, dengan penekanan pada pentingnya mengalihkan konsentrasi pada sektor non-tradisional karena akan menjadi kunci dalam meningkatkan kemanan kawasan di Asia Tenggara dan terlebih lagi untuk menjaga kawasan maritim di sekitar wilayah ini.
The trends in Southeast Asia security issues has been centred upon territorial and maritime rights contestation in South China Sea. This semi-enclosed sea has known to be important for the surrounding states, not only possessing great energy reserves and other marine resources potential, but also become strategic international trade routes. This geopolitical advantages furthermore significant for mostly Southeast Asian states in which maritime domain is a primary feature in their economy and political affairs thus many lives dependent to it. The contestation in South China Sea will contribute to changes in the construction of Southeast Asian regional security architecture. With its reputable success in managing intra-state conflict within Southeast Asia, ASEAN demanded to have such capabilities in managing the emerging conflict in South China Sea, particularly the dispute between some of its members and other involving parties especially China as the most assertive player in this particular conflict. However challenges for ASEAN in managing South China Sea disputes are not limited to territorial sovereignty conflicts but also in non traditional security aspect such as illegal fishing activities, piracy and armed robbery, sea terrorism and other transnational crime such as human trafficking. This thesis is an assessment towards ASEAN new approach in maritime security sector, emphasising the need to concern more in non-traditional security sector in which projected to be the key to elevate Southeast Asian regional security and more importantly to secure maritime domain in the region.
Kata Kunci : ASEAN, South China Sea, maritime security, regional security, cooperative security