Laporkan Masalah

PENGARUH JUMLAH ASAM SITRAT DAN SUHU KEMPA TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN KOMPOSIT SERAT KOTORAN GAJAH

GREITTA KUSUMA DEWI, D.Agr.Sc. Ragil WidyoriniS.T., M.T.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Konservasi eksitu Gajah di lembaga konservasi seperti Taman Safari Indonesia (TSI) seringkali menghasilkan limbah kotoran gajah yang cukup banyak dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Limbah kotoran gajah mengandung 50-60% serat lignoselulosa yang cukup potensial untuk diteliti sebagai bahan baku papan komposit. Penggunaan asam sitrat sebagai bahan perekat alami diharapkan dapat meningkatkan sifat fisika dan mekanika produk komposit serat kotoran gajah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pengaruh jumlah asam sitrat dan suhu kempa terhadap sifat fisika dan mekanika papan komposit serat kotoran gajah serta mengetahui perlakuan yang terbaik. Faktor jumlah asam sitrat menggunakan 4 aras yaitu 0%, 10%, 20%, dan 30%, sedangkan faktor suhu kempa menggunakan 2 aras yaitu 180oC dan 200oC. Papan komposit serat kotoran gajah dibuat dalam ukuran 25 x 25 x 1 cm3 dengan target kerapatan 0,8 g/cm3. Waktu pengempaan yang digunakan adalah 10 menit. Pengujian sifat fisika dan mekanika papan komposit dilakukan berdasarkan Japanese Industrial Standard A 5908. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jumlah asam sitrat dan suhu kempa berpengaruh nyata terhadap kadar air, penyerapan air, pengembangan tebal, modulus patah, dan keteguhan rekat internal, namun tidak berpengaruh nyata terhadap modulus elastisitas dan kerapatan papan komposit serat kotoran gajah. Perlakuan penambahan 20% asam sitrat dan pengempaan pada suhu 200oC menghasilkan sifat fisika dan mekanika papan komposit serat kotoran gajah teroptimal yang masuk dalam standar JIS A 5908 tipe 13 dengan rata-rata kerapatan 0,88 g/cm3, kadar air 7,76%, penyerapan air 52,63%, pengembangan tebal 10,45%, modulus patah aktual 14,27 MPa, modulus elastisitas aktual 2,81 GPa, dan keteguhan rekat internal aktual 0,35 N/mm2.

Conservation of elephant in conservation institute, such as Taman Safari Indonesia (TSI) often produce elephant dung waste which is abundant and not fully utilized yet. Elephant dung waste contains 50-60% lignocelulose fibers that is potential to be used as composite boards raw material. The utilization of citric acid as natural adhesive is expected to increase physical and mechanical properties of the board. Therefore, this research aimed to investigate the effect of citric acid content and pressing temperature on physical and mechanical properties of elephant dung fiber composite board. Citric acid contents in this research were 0%, 10%, 20%, and 30% based on dry weight particles, while pressing temperature were set at 180oC and 200oC. The dimension of composite board made from elephant dung fiber was 25 x 25 x 1 cm3 and the target density was 0.8 g/cm3. Pressing time was set at 10 minutes. Physical and mechanical properties test were performed according to Japanese Industrial Standard (JIS) A 5908. The results showed that interaction of citric acid content and pressing temperature affected significantly on moisture content, water absorption, thickness swelling, modulus of rupture and internal bond strength. Optimum properties of composite board made from elephant dung fibers could be achieved at pressing temperature of 200oC and 20% citric acid content. The properties of the board were density 0.88 g/cm3, moisture content 7.76%, water absorption 52.63%, thickness swelling 10.45%, modulus of rupture 14.27 MPa, modulus of elasticity 2.81 GPa, and internal bond strength 0.35 N/mm2.

Kata Kunci : asam sitrat, papan komposit, serat kotoran gajah, sifat fisika, sifat mekanika

  1. S1-2015-318752-title.pdf