WACANA KRITIS RENCANA PEMBANGUNAN PLTN DI BANGKA
MUHAMMAD ADHA AL KADRI, Prof. Dr. Sunyoto Usman, M.A.
2015 | Tesis | S2 SosiologiPenelitian ini bertujuan memahami wacana rencana pembangunan PLTN dalam harian Bangka Pos dan Babel Pos periode Januari 2011 hingga dengan September 2014. Wacana tentang PLTN tersebut dapat dipilahkan kedalam tiga dimensi yaitu dimensi teknis (terkait high technolgy, konsep keamanan, kemandirian, persaingan antar negara), dimensi ekonomi (efisiensi) dan dimensi sosio-kultural (terkait kecermatan, keselamatan, ketidak-percayaan terhadap otoritas, aspek alih teknologi, dan persepsi sosial masyarakat). Penelitian tentang wacana tersebut amat penting artinya karena dapat mengungkap perbendaharaan pengetahuan, kesadaran dan sikap masyarakat tentang manfaat dan kerugian pengembangan PLTN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan teknik content analysis. Kerangka konseptual yang dikembangkan untuk memahami wacana tersebut bereferensi pada pandangan Teun Van Dijk mengenai analisis teks dan analisis sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan wacana di pihak yang mendukung dan menentang rencana pembangunan PLTN. Pihak yang mendukung menyatakan bahwa pembangunan PLTN menggunakan konsep green building dapat menjaga dan menciptakan lingkungan sehat bagi masyarakat. Terdapat pula konsep penjaminan keamanan, energi nuklir dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian dan kesehatan, serta dianggap sebagai bentuk kemandirian energi. PLTN pun memiliki limbah lebih kecil dan secara ekonomis, lebih efisien serta mendukung aplikasi konsep sustainable development. Sedangkan pihak yang menentang beranggapan bahwa radiasi dan limbah radioaktif PLTN sangat berbahaya bagi keselamatan manusia dan lingkungan. Pembangunan PLTN pun hanya dianggap sebagai proyek pemerintah yang rawan terjadi kolusi dan korupsi. Mereka juga tidak yakin akan terjadi alih teknologi, karena teknologi, proses pembangunan, operasi dan pemeliharaan masih dikuasai oleh ahli dan praktisi dari negara-negara produsen teknologi PLTN. Isu tentang pengembangan PLTN masih tergolong sensitif, termasuk ditingkat lokal. Dengan penggunaan elemen koherensi pembeda, pemberitaan Bangka Pos disajikan lebih berimbang dibandingkan dengan pemberitaan Babel Pos. Sementara itu, terjadi dominasi atau penguasaan atas media massa oleh pihak yang mendukung. Dominasi bertujuan untuk membatasi produksi dan konstruksi wacana negatif tentang PLTN. Rencana pembangunan PLTN memberi stimulan terjadinya ketidak-percayaan publik dan memicu terjadinya hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah daerah dan masyarakat, terutama karena wacana mendukung pembangunan PLTN banyak dari kalangan pejabat pemerintah daerah. Sedangkan Wacana yang berkembang di kalangan masyarakat lokal justru cenderung menolaknya. Kata Kunci: PLTN, wacana, pemerintah dan masyarakat lokal
This research aims to understand the discourse of construction plan for nuclear power plant in Bangka Daily Post and Babel Post from January 2011 to September 2014. This discourse can be divided into three dimensions such as technical dimension (related to high technology, security concept, independence, and competition between countries), economic dimension (efficiency), and sociocultural dimension (related to the accuracy, safety, distrust for authority, aspects of technology transfer, and social perception). The research is very important because it can reveal the treasury of knowledge, awareness and attitude about the benefits and disadvantages of nuclear power plant development. It used descriptive qualitative method with content analysis technique. Developed conceptual framework for understanding the discourse referenced to the view of Teun Van Dijk on the text and social analysis. The results of this research indicate that there are different discourses between those who support and oppose the plan of nuclear power plant. The pro parties claim that construction of nuclear power plant using green building concept can maintain and create a healthy environment for the community, using security guarantee concept can be used in agriculture and health, and is considered as a form of energy independence. Nuclear power plant also has smaller-scale waste and more efficient economically, and support the application of sustainable development concept. While those who oppose assume that radiation and radioactive waste of nuclear power plant is very dangerous for human safety and the environment. Nuclear power plant is only considered as a government project that is prone to collusion and corruption. The parties also do not believe there will be transfer of technology because technology, development process, operation and maintenance are still dominated by experts and practitioners from manufacture countries of nuclear power plant technology. The issue of nuclear power plant development is still quite sensitive, including in the local level. Through the use of coherence differentiator elements, Bangka Post news are presented more balanced than Babel Post. Pro parties dominate mass media to limit the production and negative discourse construction of nuclear power plant. The plan gives stimulant on the public distrust and trigger disharmony relationship between local government and the community. Many local government officials support the discourse of nuclear power plant construction, but the developed discourse among local communities tends to reject it. Keywords: Nuclear Power Plant, discourse, government and local people
Kata Kunci : PLTN, wacana, pemerintah dan masyarakat lokal; Nuclear Power Plant, discourse, government and local people