Laporkan Masalah

Prinsip Konservasi Dalam Pengelolaan Hutan dan Lahan di Kabupaten Sarolangun Propinsi Jambi

Misriadi, Prof. Dr. Ir. H. Djoko Marsono

2012 | Tesis | S2 I.Kehutanan/MKSDAL

Pengelolaan hutan dan lahan pada intinya merupakan pengendalian aktivitas manusia dengan sumber daya alam yang terkandung didalamnya, antara lain lahan, vegetasi, air dan lainnya di suatu wilayah dalam rangka untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan sekaligus untuk menjaga kesinambungan dan kelestarian lingkungannya. Untuk menjamin ketersediaan sumber daya hutan dan lahan sebagai penentu keseimbangan ekosistem, maka pengelolaan hutan dan lahan harus memiliki prinsip konservasi, yakni perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan secara lestari serta menyerasikan keterpaduan antara aspek ekonomi, ekologi dan lingkungan. Dalam kaitan inilah, dilakukan penelitian di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi dengan tujuan untuk mengkaji upaya konservasi dalam pengelolaan hutan dan lahan, mengidentifikasi karakteristik biofisik yang meliputi aspek kawasan hutan dan lahan, aspek sumber daya hutan dan lahan, aspek kebijakan/kelembagaan serta aspek pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode penelitian survey, data primer diambil dari pengamatan langsung dilapangan dan interpretasi peta citra landsat TM 2010 dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG), data sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan diambil melalui survey PRA dan RRA. Sedangkan data sekunder diambil dari berbagai sumber yang berupa kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan hutan dan lahan di Kabupaten Sarolangun. Keseluruhan aspek kajian kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data secara komprehensif dengan prinsip telaahnya untuk mengetahui kondisi yang sedang berjalan dan dianalisis kemungkinan pengembangannya agar didapat hasil yang optimal dari segi ekologi, ekonomi dan diterima serta mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sarolangun memiliki keragaman ekosistem yang lengkap mulai dari hutan pegunungan dataran tinggi (926 Km2 (15%)) hingga dataran rendah berawa (5.248 Km2 (85%)), dengan luas kawasan hutan 252.377,81 ha atau 36% dari total luas DAS Sarolangun 697.278,1 ha. Hasil interpretasi dan deliniasi dari peta citra landsat TM tahun 2010, dijumpai tutupan lahan dengan vegetasi hutan primer seluas 164.738, 9 ha atau 23,6 % dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Sarolangun. Pengelolaan hutan dan lahan di Kabupaten Sarolangun belum sesuai prinsip sebagaimana tercantum dalam peraturan perundang-undangan yang ada yaitu mewujudkan kawasan berfungsi lindung dalam satu wilayah DAS dengan luas kawasan hutan minimal 30% (tiga puluh persen) sehingga dapat tercipta fungsi hutan sebagai satu kesatuan ekosistem.

Forest and land management, basically, is the human activity control and the natural resources including land, vegetation, water, in a particular circumstance in the process of gathering benefits optimally and to keep the environment’s continuity. To guarantee the availability of forest and land resources as a main factor of ecosystem balance, the management of forest and land should be based on conservation principles, those are protection, preservation, and and the use continuitively and to make harmonious among economy, ecology, and environment aspects. In this correlationship, a research in Sarolangun Regency of Jambi Province was conducted to study the conservation and management of forest and land, identify bio-phisic characteristics including forest and land area, forest and terrain resources, policies, and also people participation aspects. The methods which is applied is survey research method, the primary data were obtained directly from the field and interpretation of landsat image map TM 2010 which employs Geographic Information System (GIS), people’s economical and social data around the forest was obtained through PRA and RRA survey. The secondary data was obtained from various sources in the form of policies regarding forest and land management in Sarolangun Regency. All aspects of the study are processed comprehensively based on the principles to know the condition which is in effect and it is analysed the posibility of the development to obtain the result in case of ecological, economical, acceptable and able to increse the prosperity of people around. This research shows that Sarolangun regency has variously complete ecosystem starting from forest in highland (926 Km2 (15%)) up to swampy low land (5.248 Km2 (85%)), with forest area 252.377,81 ha or 36% from total area of watershed of Sarolangun 697.278,1 ha. The outcome of interpretation and delination from Citra Landsat map TM 2010, it is found the coverage forest area with the primary vegetation around 164.738,9 ha or 23,6% from watershed in Sarolangun. The management of forest and land in Sarolangun regency is not principly appropriate with the regulation, that is to create an area functions to protect in line with watershed area with minimum 30% of forest area to create forest function as an ecosystem.

Kata Kunci : prinsip konservasi, pengelolaan hutan dan lahan, Kabupaten Sarolangun


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.