WATAK PERLINDUNGAN ARESTER TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERALATAN LISTRIK RUMAH TANGGA
Diah Suwarti Widyastuti, Prof.Dr.Ir. Hamzah Berahim, MT.,
2011 | Tesis | S2 Teknik ElektroIndonesia terletak di daerah katulistiwa. Oleh karena itu Indonesia mempunyai hari guruh yang lebih tinggi dibanding dengan negara lain yaitu antara100 -200 hari guruh per tahun. Kerusakan peralatan elektrik yang disebabkan tegangan lebih akibat surja petir berdasarkan angka statistik mencapai 31,68%. Prosentase ini merupakan terbesar dibandingkan dengan penyebabpenyebab lain pada kerusakan piranti elektrik.Surja petir dapat menimbulkan tegangan lebih dan dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan elektrik tegangan rendah. Arester adalah peralatan yang digunakan untuk memproteksi peralatan dan sistem elektrik dari tegangan lebih yang salah satu penyebabnya adalah surja petir. Banyak arester tegangan rendah yang dijual di pasaran dan dapat dimanfaatkan untuk melindungi peralatan listrik rumah tangga. Agar perlindungan dapat seoptimal mungkin dan baik maka diperlukan penelitian karakteristiknya.. Penelitian ini dilakukan pada tiga buah arester tegangan rendah yang dijual di pasaran. Ketiga arester tegangan rendah diuji karakteristiknya pada laboratorium Teknik Tegangan Tinggi Universitas Gadjah Mada dengan memberikan tegangan kerja AC dengan nilai di bawah tegangan operasi maksimumnya (Uc) sampai dengan di atas Uc baik arester dalam keadaan baru maupun setelah diterpa impuls untuk mengetahui karakteristik tegangan terhadap arus bocor arester. Kemudian arester diberi puncak tegangan Impuls 3kV sampai dengan 24kV untuk mengetahui pengaruh kenaikan tegangan impuls terhadap watak gelombang pemotongan arester tegangan rendah dalam upaya melindungi peralatan listrik rumah tangga. Selain itu salah satu arester akan diberi beberapa cacah impuls tegangan untuk mengetahui pengaruh kuantitas cacah impuls terhadap tingkat perlindungan (margin) arester. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa masing-masing arester dalam keadaan baru maupun setelah diterpa impuls, pada Uc mempunyai arus bocor di bawah 1 mA (sesuai Standar internasional IEC 61643-1 Edition 2.0 03/2005). Nilai tegangan residu arester yang diuji masih di bawah BIL peralatan listrik tegangan rendah berdasarkan Standar nasional Indonesia (SNI) 04- 7021.2.1-2004. Kuantitas terpaan impuls tegangan berbanding lurus dengan nilai tegangan residu namun berbanding terbalik dengan margin perlindungannya.Arester yang diuji hanya dapat digunakan pada peralatan listrik tegangan rendah dengan (Basic Insulation Level) (BIL) 2000 volt.
Indonesia's geographical location in the equatorial regions, resulting in the occurrence of thunder-day high enough compared to other countries i.e. between100 -200 days per year. Lightning surge can cause over voltage and can cause tissue damage to the low voltage network and low voltage electrical equipment. Damage to electrical equipment caused by statistical overvoltage reaches 31.68%. This percentage is the largest compared with other causes of the damage to electrical devices. Arrester is a device used to protect equipment and electrical system from overvoltages that one reason is the surge of lightning. Many low-voltage arrester on the market and can be used to protect domestic electrical appliances. This research was conducted in three low-voltage arrester on the market. Third low voltage arrester characteristics tested in the laboratory High Voltage Engineering, Gadjah Mada University by giving AC voltage with a value below its maximum operating voltage (Uc) to more than Uc both arrester in new condition and after running aground impulse to know the characteristics of leakage current voltage arrester. Then arrester rated peak impulse voltage 3kV to 24kV to determine the effect of impulse voltage rise on the nature of low voltage surge arrester cuts in an effort to protect domestic electrical appliances. In addition, one of the arrester will be given some chopped impulse voltage to determine the quantity of chopped impulses to the level of protection (margin) of the arrester. The results and discussion show that each of the arrester in new condition and after a hit by impulse, the UC has a leakage current below 1 mA (corresponding International Standard IEC 61643-1 Edition 2.0 03/2005). Value of the tested arrester residual voltage is still below the BIL of low voltage electrical equipment based on national standards of Indonesia (SNI) 04-7021.2.1- 2004. The quantity of exposure to impulse voltage proportional to the value of residual voltage, but inversely proportional to the margin of protection. Arrester under test can only be used on low voltage electrical equipment with (Basic Impuls Insulation Level) (BIL) 2000 volts.
Kata Kunci : Surja petir, arester tegangan rendah, margin, tegangan residu, BIL