BUDIDAYA MAGGOT LALAT HITAM (Hermetia illucens) PADA LIMBAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN PAKAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN POT BIOKONVERSI
ANDI NUR HARTOTO, Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem TeknikKebutuhan pakan ikan oleh para petani ikan dari tahun ke tahun semakin meningkat dan sulit untuk memenuhinya disebabkan usaha budidaya ikan yang semakin terus bertambah jumlahnya, mengingat usaha penangkapan ikan di laut lepas sudah mencapai over fishing, hal ini diperparah dengan harga pakan ikan yang relatif mahal dan bahan baku pakan ikan yang sebagian besar masih menggantungkan produk dari luar, untuk mengatasi permasalahan di atas perlu dicarikan alternatif penyediaan bahan baku pakan ikan. Limbah sayuran yang masih memiliki kandungan protein rata-rata 2-4% masih dapat ditingkatkan kandungan proteinnya dengan cara merombaknya menjadi maggot (larva dewasa) melalui proses biologis dengan memanfaatkan lalat hitam (Hermetia illucens). Budidaya maggot lalat hitam pada media kultur berupa limbah sayur dengan menggunakan pot biokonversi yang dilengkapi dengan alat pengendali suhu sebesar 25ºC, 28ºC, 32ºC, 36ºC, 40ºC dan 45ºC secara konstan yang diberikan pada setiap pot selama masa kultivasi, dapat memberikan efek yang berbeda-beda. Dari keenam perlakuan suhu dapat di tarik kesimpulan bahwa perkembangan lalat hitam mulai dari larva sampai menjadi maggot secara optimum dilakukan pada suhu 36ºC dengan kelembaban relatif (RH) sebesar 78%, hal ini ditandai dengan pertumbuhan larva yang sudah mencapai usia dewasa (maggot) hanya memerlukan waktu 9 hari saja dan pada tahap ini maggot sudah bisa dipanen. Dimana pada kondisi normal/alami (tanpa diberikan perlakuan suhu) pertumbuhan larva menjadi maggot memerlukan waktu 15-21 hari atau 2-3 minggu. Sedikitnya 20% limbah sayuran yang digunakan sebagai media kultur dapat terkonversi menjadi maggot lalat hitam, maggot inilah yang akan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan, hasil analisis proksimat terhadap maggot lalat hitam (Hermetia illucens) dengan bobot kering (kadar air < 10%) yang dibudidayakan pada media kultur dari limbah sayur adalah protein sebesar 32%, lemak 5%, abu 3%, dan serat kasar sebanyak 3%. Dari hasil analisis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa maggot lalat hitam yang dibudidayakan pada media kultur yang berasal dari limbah sayuran memenuhi persyaratan SNI tentang pakan ikan.
The requirement of fishmeal product by fish farmers from year to year get worked up and hard for meeting it caused by aquaculture industry that getting continually increases, and also caused by fishing capture industry in high sea that have reach over fishing, it is aggravated either with the high price of feedstuff for fish and the raw material that stills depend on product from outer state, to solve that problems, it’s require some solution to find alternative raws material feedstuff for fish. Vegetable waste that stills have protein content average 2-4 % obviously are still get improve it by change it as maggot or prepupae (Hermetia illucens) passes through process biologist by utilizing of black soldier flies (Hermetia illucens). Black fly maggot's conducting on culture media as vegetable waste by using bioconversion pot that equipped with temperature controller, with temperature setting in each pot is 25ºC, 28ºC, 32ºC, 36ºC, 40ºC and 45ºC at cultivation time, and give result with variation effect. From sixth temperature different treatment we can assume that the life cycle of black soldier fly is starts from larva until pupa (adult maggot) in optimum manner to be done on 36ºC with relative humidity (RH) around 78%, it marked by larva growth already reach maggot's age just require 9 days and on this phase maggot can be harvested. Where on normal/natural condition (without given by temperature conduct) larva growth becomes maggot adult requires 15 – 21 days or 2 – 3 weeks. At least 20% of vegetable waste that utilize as cultur media can be converse become black soldier fly maggot, larvae consume large quantities of vegetable waste, and self harvesting prepupae (maggots) can be used as a feedstuff especially for fish. Proximate analysis of black soldier fly maggot with dry weight (water contain < 10%) that cultivated on culture media of vegetable waste such as protein 32%, fat 5%, ash 3%, and crude fiber 3%. From this analysis result we can make conclusion that maggot which cultivated on culture media from vegetable waste apparently qualified SNI about feedstuff for fish.
Kata Kunci : lalat hitam (Hermetia illucens), limbah sayur, media kultur, maggot.