Peran pucuk adat dalam pembangunan daerah :: Studi kasus Daulat Parit Batu di Kabupaten Pasaman Barat
SIREGAR, Sasmita, Prof. Dr. Yeremias T. Keban, S.U.,MURP
2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahOtonomi daerah memberi peluang yang lebih besar bagi lembaga-lembaga lokal untuk ikut berperan dalam pembangunan daerah. Daulat Parit Batu adalah salah satu institusi lokal adat yang ikut berperan dalam pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Daulat Parit Batu sebagai pucuk adat dalam pembangunan daerah di Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumatera Barat dan mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi peran Daulat Parit Batu dalam pembangunan daerah. Penelitian dilakukan di Nagari Lingkuang Aua Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumatera Barat dengan pendekatan single case study yang memanfaatkan multiple sources of data. Data dikumpulkan melalui observasi, survei, dan wawancara, dan sudi kepustakaan, dan kemudian dianalisis dan disajikan secara deskriptif melalui teknik triangulasi. Penelitian ini menemukan bahwa Daulat Parit Batu berperan dalam pembangunan daerah di Kabupaten Pasaman Barat dalam penyelesaian sengketa pembangunan daerah,dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat nagari, dalam perencanaan pembangunan daerah, dan penyediaan sumber daya pembangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran Daulat Parit Batu dalam pembangunan daerah di Kabupaten Pasaman Barat adalah faktor internal, di antaranya pengakuan internal adat, sanksi, dan keterbukaan terhadap perubahan; dan faktor eksternal mencakup tatanan politik berupa sistem pemerintahan nagari dan pengakuan pemerintah daerah. Namun demikian, Daulat Parit Batu belum bisa berperan dalam segala aspek kehidupan masyarakat, terutama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.Penelitian ini menyimpulkan bahwa Daulat Parit Batu merupakan perantara antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam pembangunan. Peran ini didukung dengan tatanan adat, budaya, agama, dan politik. Tatanan ini menjadi modal bagi terciptanya kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat lokal.
Local autonomy permits the local based institutions to participate in the local development. Daulat Parit Batu is one of the local customary institutions that take parts in the local development. The objectives of the study were to describe the roles of Daulat Parit Batu as a customary leader in the local development at West Pasaman Regency, West Sumatera Province and to explore some factors contributing to the roles of Daulat Parit Batu in the local development. The study was conducted at Nagari Lingkuang Aua Pasaman Barat Regency West Sumatera Province with single case study approach that utilizes multiple sources of data. The data were collected through observations, survey, interview, and literature review. Then, the data were presented in a descriptive way by means of triangulation techniques. The study found that Daulat Parit Batu played roles in the local development at Pasaman Barat Regency in the resolution of evelopment conflicts, in the economic empowerment of the local society, in the regional planning, and in providing resources to facilitate the development. Factors that contributed to the roles of Daulat Parit Batu in the local development at Pasaman Barat Regency included internal factors, which involved internal recognition, punishment, and accommodation of changes; external factors, which involve political arrangement and external recognition from the local overnment. However, Daulat Parit Batu has not participated in all aspects of community life, particularly in improving human resources.The study concludes that Daulat Parit Batu is a mediator between the society and the local government in the local development. The role is supported by the customary, cultural, religious, and political orders. The orders serve to build a harmonious cooperation between the local government and the local society.
Kata Kunci : Peran,Pucuk adat,Pemabngunan daerah,Faktor,faktor yang mempengaruhi,Faktor internal,Faktor eksterrnal, roles, customary leader, local development, contributing factors, internal factors, external factors