Biomassa dan karbon pada kondisi mature, building dan gap di hutan hujan tropis
MASSIRI, Sudirman DG, Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc
2010 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPeningkatan pemanfaatan bahan bakar fosil dan degradasi hutan merupakan penyebab utama meningkatnya gas karbondioksida di atmofir yang memicu terjadinya pemanasan global. Keberadaan hutan tropis mempunyai peranan penting terhadap siklus karbon global. Di samping menyerap dan menyimpan karbon dalam bentuk biomassa, hutan hujan tropis juga merupakan penyumbang emisi karbon terbesar jika terjadi kerusakan hutan. Jumlah biomassa dan karbon yang diserap oleh hutan dapat ditaksir melalui pendekatan allometrik. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan membuat allometrik untuk menentukan kandungan biomassa dan karbon pada hutan hujan tropis. Penelitian ini dilaksanakan pada hutan hujan tropis areal hutan pendidikan Universitas Tadulako. Untuk mengetahui kandungan biomassa dan karbon yang tersimpan dibuat petak ukur seluas 1 ha yang mewakili fase gap, building dan mature. Petak ukur 1 ha tersebut dibagi menjadi 16 plot berukuran 25 m x 25 m, selanjutnya lagi dibagi menjadi ukuran 5 m x 5 m untuk pengamatan vegetasi yang mempunyai tinggi = 1,5 m dan 2 m x 2 m untuk vegetasi yang mempunyai tinggi < 1,5 m. Kandungan biomassa diketahui melalui metode destructive terhadap vegetasi yang terdapat dalam 4 sub plot yang ditentunkan secara acak. Pohon yang ditebang selanjutnya diukur berbagai variabel untuk dibuat persamaan allometrik. Untuk pengamatan biomassa di bawah permukaan tanah dilakukan dengan cara menggali akar dari delapan pohon sampel yang mempunyai dbh yang berbeda. Total biomassa yang diperoleh dari persamaan allometrik yang meliputi biomassa di atas permukaan tanah dan di bawah permukaan tanah. Kandungan karbon diketahui melalui pendekatan biomassa total x 50%. Hasil penelitian menjukkan bahwa variabel dbh dapat digunakan untuk menaksir biomassa di atas permukaan tanah melalui model power dengan nilai koefisien determinasi sebesar 97,3% dan standar eror estimasi sebesar 0,277. Biomassa di akar dapat ditaksir melalui hubungan antara biomassa di atas permukaan tanah dengan biomassa akar melalui model power dengan nilai koefisien determinasi sebesar 98,2% dan standar eror estimasi sebesar 0,175. Jumlah biomassa yang tersimpan pada hutan fase mature adalah 519,37 ton/ha, fase building adalah 111,12 ton/ha dan fase gap adalah 16,97 ton/ha. Sedangkan biomassa yang tersimpan pada 16 sub plot dengan luas total 1 ha adalah 351,70 ton/ha. Jumlah karbon yang tersimpan pada hutan hujan tropis di areal hutan pendidikan Untad pada kondisi hutan fase mature adalah 259,69 ton/ha, fase building adalah 55,56ton/ha, fase gap 8,49 ton/ha. Sedangkan pada 16 sub plot pengamatan dengan luas 1 ha tersimpan total karbon sebesar 175, 85 ton/ha.
Increased use of fossil fuels and forest degradation are major factor to cause increasing carbon dioxide at atmosphere that are causing global warming. The existence of tropical rain forests have important role for global carbon cycle. Besides reducing and saving carbon in biomass, tropical rain forests have many contribution to carbon emission when it’s damage. A number of biomass and carbon that have been absorbed by forest can be estimated through allometric method. Therefore, the research was aimed to make allometric equation to determine the content of biomass and carbon in tropical rain forest. This research was conducted over tropical rain forest in teaching forest area of Tadulako University. The content of biomass and carbon were known by making 1 ha plot sample which representative gap, building and mature phase. This plot was divided into 16 plot with wide are 25 m x 25 m. Then, this sub plot was divided again into sub plot with wide 5 m x 5 m for observing large vegetations (T = 1,5 m) and 2 m x 2 m for for observing small vegetations (T < 1,5 m). The Content of biomass was known by destructive method for vegetations in 4 sub plot that were determined by random. The trees were fallen, then were measured for any variable to made allometric equations. Below ground biomass were known by digging root eight sample trees that have different dbh. Total biomass was known by allometric equations that included above ground and below ground biomass. Carbon content was known by total biomass x 50%. Research result show that variable of dbh can be used for estimating above ground biomass using power model with coefficient determination was 97,3% and standard error estimation was 0,277. The root biomass can be estimated by relation above ground biomass and root biomass through power model with coefficient determination was 98,2% and standard error estimation was 0,175. Total biomass in the forest of mature phase was 519,97 ton/ha, building phase was 111,12 ton/ha, and gap phase was 16,97 ton/ha. In contras, total biomass in 1 ha plot was 351,70 ton/ha. Total carbon in the forest of mature was 259,69 ton/ha, building phase was 55,56 ton/ha and gap phase was 8,49 ton/ha. Total carbon in 1 ha plot sample was 175,85 ton/ha.
Kata Kunci : Biomassa,Karbon,Hutan hujan tropis,Allometrik, Biomass, carbon, tropical rain forest, allometric