Laporkan Masalah

Model hubungan motif, modal sosial, dan kepribadian dengan perilaku kewargaan organisasional

ARIANI, D. Wahyu, Promotor Prof.Dr. Djamaludin Ancok, MA

2007 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji model hubungan motif, dimensi struktural, relasional, dan kognitif modal sosial, dan kepribadian evaluasi diri inti dengan perilaku kewargaan organisasional dengan mengintegrasikan teori atribusi, teori pertukaran sosial, dan kepribadian evaluasi diri inti, serta menggunakan dua penilai perilaku kewargaan organisasional karyawan. Walaupun perilaku kewargaan organisasional berkorelasi positif dengan modal sosial, motif, dan kepribadian, kekuatan hubungan masing-masing faktor tersebut tidak sepenuhnya sama kuat. Hal ini disebabkan oleh kondisi pekerjaan, hubungan dengan lingkungan, kemandirian tugas, dan setting penelitiannya. Penelitian ini dilakukan dengan survei pada industri perbankan di Indonesia dengan 128 kantor cabang bank umum di 16 kota besar di Pulau Jawa sebagai lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan 636 kasir dan 129 kepala kasir sebagai sampel. Dengan menggunakan alat ukur atau kuesionar dari beberapa peneliti sebelumnya, peneliti melakukan pengujian validitas isi dan konstruk, serta reliabilitas konsistensi internal kuesioner tersebut sebelum dibagikan kepada responden. Model hubungan variabel-variabel tersebut diuji menggunakan model persamaan struktural (SEM). Hasil studi ini menunjukkan bahwa motif organisasi dan kepribadian evaluasi diri inti merupakan dua variabel yang paling kuat hubungannya dengan perilaku kewargaan organisasional individu. Namun, keribadian evaluasi diri inti tidak memoderasi model hubungan motif dan modal sosial dengan perilaku kewargaan organisasional dengan dua penilaian. Hasil studi ini juga menujukkan bahwa penilaian diri dan penilaian supervisor terhadap perilaku kewargaan organisasional berbeda secara signifikan, namun keduanya valid dan tidak ada yang lebih baik satu dari yang lain. Diskusi mengena model hubungan variabel-variabel yang diuji dalam penelitian ini dan perbedaan penilaian antara penilaian diri dan penilaian supervisor dipaparkan secara lengkap dalam disertasi ini.

The goal of this research is to test the relationship model between motive, structural dimension, relational dimension, and cognitive dimension, as well as core self evaluation personality with organizational citizenship behaviour. The research integrates the use of atribution theory, social exchange theory, core self evaluation theory, and two raters of organizational citizenship behavior. Eventhough organizational citizenship behaviour is positively correlated with social capital, motive, and personality, the relationship of each factor is not the same strength. This is due to differences in job conditions, environment, task independency, and research setting. A survey was conducted by using questionnaires from previous research. The questionnaires were sent to 128 branches of the bank industry located in 16 major cities in Java. The sampel consisted of 636 tellers and 129 head tellers. Validity tests and reliability tests were used to test the questionnaires contents. The Structural Equation Modelling (SEM) was used to test the relationship among the variables. The result proved that organizational motive and core self evaluation personality have the strongest effect on individual organizational citizenship behaviour eventhough core self evaluation personality does not moderate the relationship between motive and social capital with organizational citizenship behaviour. The result also showed that self rating and supervisor rating differs significantly with respect to organizational citizenship behaviour. Both are valid and have an equal effect on organizational citizenship behaviour. A thorough discussion on the relationship among the variables as well as on self rating and supervisor rating are presented in this paper.

Kata Kunci : Modal Sosial,Perilaku Kewargaan,Organisasional,Kepribadian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.