Laporkan Masalah

Evaluasi erosi untuk pemulihan tindakan konservasi tanah dan air di DAS Merawu Banjarnegara Jawa Tengah

PRIBADI, Sugeng, Prof.Dr.Ir. H. Djoko Marsono

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Tesis ini berjudul Evaluasi Erosi Untuk Pemilihan Tindakan Konservasi Tanah dan Air di DAS Merawu Banjarnegara Jawa Tengah. Tujuan dari penulisan tesis ini adalah melakukan evaluasi tingkat erosi yang terjadi di DAS Merawu Banjarnegara Jawa Tengah, yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar pemilihan tindakan konservasi tanah dan air yang tepat di DAS Merawu Banjarnegara Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu data yang memperlakukan ukuran angka yang lazim digunakan (kecuali ton, mm per detik, ohm, kg dan sebagainya), pada masalah yang aktual, dimana data yang dikumpulkan disusun, dijelaskan, dan kemudian dianalisis menurut rumus yang berlaku. Lokasi penelitian dilakukan pada cachman area DAS Merawu Banjarnegara Jawa Tengah yang meliputi 9 Kecamatan 9 Desa. Dilaksanakan pada lahan-lahan yang mempunyai tingkat bahaya erosi ringan sampai dengan sangat berat. Lokasi tersebut antara lain Desa Sirukem Kecamatan Kalibening, Desa Balun Kecamatan Wanayasa., Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu, Desa Karangkobar Kecamatan Karangkobar, Desa Sarwodadi Kecamatan Pejawaran, Desa Batur Kecamatan Batur, Desa Pakelen Kecamatan Madukara., Desa Lemah Jaya Kecamatan Wanadadi., Desa Plumbungan Kecamatan Pagentan. Menurut hasil pengumpulan data selama periode 9 tahun erosi yang terjadi ratarata 52,051 m3/detik dan besarnya nilai Qmax mencapai 102,84 m3/detik dan Qmin sebesar 2,18 m3/detik. Erosi total di wilayah DAS Merawu sebesar 249,50 ton/ha/th. Angka ini menunjukan bahwa erosi yang terjadi termasuk kelas erosi berat. Pada tingkat erosi ini maka lapisan tanah yang hilang tiap tahun mencapai 20,79 mm. Oleh karena itu diperlukan kebijaksanaan pengelolaan DAS dalam upaya konservasi tanah dan air di DAS Merawu untuk menekan erosi serendah mungkin. Untuk mengatasi erosi dan sedimentasi yang mengakibatkan terjadinya degradasi lahan kritis perlu adanya tindakan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah pada kegiatan rehabilitasi lahan berupa ; (a) Pembuatan Kebun Bibit Desa (KBD), (b) Hutan Rakyat (HTR), (c) Agroforestry (AG), (d) Rehabilitasi Teras (RT), (e) Allay Cropping (AC), (f) Unit Pelestari Sumber Daya Alam (UPSA), (g) Key Farmer Tecnologi Display (KFTD), (h) Perlindungan Mata Air (PMA), (i) Grass Barrier (GB), (j) Dam Pengendali (DPI), (k) Dam Penahan (DPN), (1) Gully Plug (GP), (m) Sumur Resapan (SR), (n) Saluran Jalan (SJ), (o) Penghijauan Jalan (PJ), (p) Rehabilitasi Hutan (RTH).

The thesis entitled the Evaluation of Erotion for the selection measure of soil and water conservation in Watershed Management (WM) of Merawu Banjarnegara, Central Java has an aim to evaluate the eruption level happens in WM Merawu Central Java. Further more, this thesis will be used as the correct basic choice for the measure on soil and water conservation in Merawu Banjarnegara. The research on this thesis used the quantitative method which the data treated numbers measurement (except ton, mm per second, ohm, kilogram, etc.) which usually used for the recent problems where the data is compiled, arranged, explained and then analyzed based on the formula. The research location took place in catchmen area WM of Merawu Banjarnegara, Jawa Tengah which covers nine kecamatan and nine villages. The research was done at the low-leveled eruption areas until high- leveled eruption areas. Those locations are Sirukem village Kalibening sub district, Balun village Wanayasa sub district, Sijeruk village Banjarmangu sub district, Karangkobar village Karangkobar sub district, Sarwodai village Pejawaran sub district, Batur village Batur sub district, Pakelen village Madukara sub district, Lemah Jaya village Wanadadi sub district, Plumbungan village Pagentan sub district. Based on the compiled data during nine years eruption happened for about 52.051 m3/second and the number for Qmax reached 102.84 m3/second and for the Qmin reached 2.18m3/ second. Total eruption in WM of Merawu is 249.50 ton/ha/year. This numbers shows that eruption is included in high- leveled eruption. In this eruption level, soil layer which dismisses every year get to the point of 20.79mm. Therefore, the policy of carrying out Watershed Management is needed in order to have soil and water conservation in Merawu and to press out the eruption as low as possible. In handling eruption and sedimentation resulting degradation of serious area, it is needed measure of Area Rehabilitation, Soil Conservation at the rehabilitation activity such as: (a) Village Nursary (b) Forest People, (c)Agro Forestry, (d)Terrace Rehabilitation, (e)Allay Cropping, (f)Natural Resources Preservation Unit, (g) Key Farmer Technology Display, (h) Spring Protection, (i) Grass Barrier, (j) Small Check Dam, (k) Small Dam, (l) Gully Plug, (m) Infiltration Well, (n) Drainase (o) Regreening Street, (p) Forest Rehabilitation.

Kata Kunci : Pengelolaan Sumberdaya Lahan,DAS,Konservasi Tanah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.