Laporkan Masalah

STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI DISTRIK MEOS MANSAR KABUPATEN RAJA AMPAT

FRANSICA Y. WANMA, S.HUT., Dr. Poppy Ismalina, M. Ec.

2011 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Otonomi Khusus di Provinsi Papua Barat memberi peluang strategis untuk mempercepat pembangunan berbasis masyarakat lokal. Program otonomi khusus ini memberikan wewenang besar pada pemerintah daerah untuk menggali sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan ekowisata. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pembangunan ekowisata di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kual itatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah lima kampung, yaitu Yenbuba, Sawinggrai, Saundarek, Yenwaupnor, dan Arborek di Distrik Meos Mansar Kabupaten Raja Ampat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh lewat studi dokumenter. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Raja Ampat memiliki kekuatan potensial dikembangkan menjadi objek dan atraksi ekowisata. Skor yang paling tinggi dari dimensi SWOT dalam pengembangan ekowisata lima kampung Distrik Meos Mansar Kabupaten Raja Am pat adalah dimensi 0 - Peluang (5. I 42), disusul S - Kekuatan (4.025), W- Kelemahan (3.586), dan T - Ancaman (3.496). Dari temuan itu. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat perlu menekankan dimensi S - Kekuatan dan 0 - Peluang yang mempunyai skor paling banyak sebagai dasar perumusan strategi pengembangan ekowisata. Prioritas pengembangan ekowisata yang ditekankan Pemerintah Daerah, khususnya di lima kampung wisata Distrik Meos Mansar adalah mengeluarkan kebijakan dan regulasi pemanfaatan sumbcr daya hutan lindung atau konservasi melalui investasi ekowisata hutan dipadukan dengan ekowisata bahari dilandasi komitmen pemerintah terhadap visi, misi, dan strategi pengembangan wisata alam. Prioritas juga diberikan kepada pemanfaatan padang larnun dan terumbu karang lingkungan pesisir, bagusnya area hutan bak.au di sekitar kampung yang memperindah wisata alam pantai, dan menariknya pulau yang landai untuk ditelusuri sambil menikmati keindahan alam dan pemukiman tradisional sebagai objek dan atraksi ekowisata. Akhirnya, pemerintah juga perlu mengintensifkan pembangunan ekowisata bersarna masyarakat untuk memelihara hutan bakau di sekitar karnpung dan tidak menebangnya.

Special Autonomy in West Papua Province offers strategic opportunities for the acceleration of local community-based development. The program provide Local Government with great autonomy to explore local resources to improve the local community welfare, including through ecotourism development. Therefore, the purpose of this study is to find out ecotourism development strategies in Raja Ampat Regency, West Papua Province. The study was conducted by using a descriptive qualitative method with a case study approach. Locactions of the study were five vi llages, i.e. Yenbuba, Sawinggrai, aundarek, Yenwaupnor, and Arborek in Meos Mansar District, Raja Ampat Regency. Data used in the study were primary data obtained by using interview. while secondary data obtained by using documentary technique. The data collected were analyzed by using the SWOT-based qualitative technique. Result of the study indicates that Raja Am pat Regency has great potentials to be developed as ecotourism object and attraction. The dimension of SWOT in ecotourism development in the five villages of Meos Mansar District Raja Ampat Regency with the highest score was Opportunity (5, 142), followed by Strenght (4.025). Weakness (3.586). and Threat (3,496). Based on the results, Government of Raja Ampat Regency should emphasize trenght and Opportunity Dimensions with the highest scores as the main bases of the ecotourism development strategy formulation. The priorities of the tourism development performed by Government, particularly in the five tourism villages of Meos Mansar District. were as follows: to issue policy and regulation on the utilization of protected or conservation forest resource through ecotourism investment, which is simultaneously performed with marine ecotourism and based on government's commitment to vision, mission, and natural tourism development strategy. Priority was also given to utilization of see grass and coral reefs in coastal environment, mangrove forest area around the five villages for the beauty of coastal nature, and the interesting plain islands to tract while enjoying the natural panorama and traditional settlement as ecotourism object and attraction. Finally, government should also intensify the development of ecotourism together with local community to maintain mangrove forest around the five villages and did not log them.

Kata Kunci : Hutan Lindung, SWOT, Ekowisata, Strategi Pengembangan

  1. S2-FEB-2011-Fransica_Yulanda_Wanma-Abstract.pdf  
  2. S2-FEB-2011-Fransica_Yulanda_Wanma-Bibliography.pdf  
  3. S2-FEB-2011-Fransica_Yulanda_Wanma-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FEB-2011-Fransica_Yulanda_Wanma-Title.pdf