Laporkan Masalah

Zonasi Risiko Gerakan Massa di Kabupaten Jepara

IRFAD LAENI, Dr. Wahyu Wilopo S.T., M.Eng

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGI

Informasi risiko gerakan massa tanah/batuan merupakan salah faktor penting yang dapat dijadikan pertimbangan untuk pemanfaatan ruang suatu wilayah. Informasi ini dapat meminimalisir terhadap kemungkinan kerugian yang ditimbulkan dikemudian hari dari kejadian bencana gerakan massa. Dinas ESDM Propinsi Jawa Tengah melaporkan sepanjang tahun 2014 telah terjadi gerakan tanah sebanyak 5 kejadian di 5 desa yang mengakibatkan kerusakan pada 12 rumah warga. Penelitian ini memiliki tujuan menentukan faktor internal penyebab gerakan massa tanah/batuan, mengetahui jenis bencana gerakan massa tanah/batuan, dan menentukan zonasi risiko bencana gerakan massa tanah/batuan di Kabupaten Jepara. Pembuatan peta risiko gerakan tanah mempertimbangkan 3 parameter yaitu kerentanan, kerawanan, dan kapasitas. Pembuatan peta kerentanan mengacu pada metode Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum no 22/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Pedoman Penataaan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor. Pembutan peta kerawanan, peta kapasitas, dan peta risiko mengacu pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencanan no 02 tahun 2012. Peta kerentanan mempertimbangkan 3 parameter yaitu kelerengan, tanah/batuan, dan struktur geologi. Peta kerawanan mempertimbangkan 2 parameter yaitu kepadatan penduduk dan kepadatan infrastruktur. Peta kapasitas mempertimbangkang 5 parameter yaitu aturan dan kelembagaan penanggulangan bencana, peringatan dini dan kajian risiko bencana, pendidikan kebencanaan, Pengurangan faktor risiko dasar, pembangunan kesiapsiagaan pada seluruh lini. Parameter-parameter tersebut kemudian di overlay dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Arc GIS. Peta risiko gerakan tanah dibuat dengan mengalikan peta kerentanan dengan peta kerawanan dan membaginya dengan peta kapsitas. Hasil pengamatan lapangan menunjukan ditemukan 50 titik kejadian gerakan massa tanah/batuan dengan jenis gerakan massa yang ditemukan berupa jatuhan tanah sejumlah 24 kejadian, jatuhan batuan sejumlah 5 kejadian, jatuhan rombakan sejumlah 5 kejadian, Luncuran rotasional tanah sejumlah 7 kejadian, luncuran rotasional rombakan sejumlah 3 kejadian, dan luncuran translasional tanah sejumlah 6 kejadian.Hasil zonasi risiko menunjukan wilayah kabupaten jepara terbagi menjadi 3 kelas yaitu zona risiko rendah dengan luasan 445,70 km2, zona risiko sedang dengan luasan 399, 2 km2, dan zona risiko tinggi dengan luasan 13,7 km2.

Information of mass movement risk is an important factor that can be used as consideration for region development. This information can minimize possibility of lost that caused by mass movement. Based on report by Energy and Mineral resources (ESDM) Departement there are 5 mass movement, in 2014 that mass movement located at 5 village, and causing damage 12 house. This observation has purpose to determine internal factor that causing mass movement, type of the mass movement, and make zonation of mass movement risk map in Jepara Regency. The zonation of mass movement risk map considering 3 parameter which are suceptability, vulnerability, and capacity. Suceptabilty map base on regulation ministry of public work (Pekerjaan Umum) no 22/PRT/M/2007 that cotain manual of landuse planning in area that suceptible to mass movement. The creation of vulnerabilty, capacity, and risk are base on the law of Head Natioanal board of disaster management no 02 in 2012. Suceptibility map consider slope, rock/soil, and geological structure. Vulnerabilty map is consider population density and infrastructure density. Capacity map consider 5 aspect which are law and regency baoard of disaster management, early warning and study of disaster risk, educatian of disaster, minimaze base risk factor, and build awarness in all sector. Those parameter than being overlaid using Arc GIS Software. Mass movement risk map in created by multiplying suceptability map with vulnarability map and divide with capacity map. The result of mass movement suceptabilty map show research area divede by 3 level of mass movement which are low suceptablity zone, middle susceptibilty zone, and high suceptability. Vulnerabilty map are divide by into 3 level which are low vulnarablity zone, middle vulnerablity zone, and high vulnerability. The result of capacity mapping divide into 2 level which are low capacity zone and middle capacity zone. The rusalt of risk zonation show that Jepara Regency Divide into 3 classs which are low risk zone that consist area of 445,7 km2, middle risk zone that consist area of 399,2 km2 and high risk zone that consist area of 13,7 km2

Kata Kunci : Kabupaten Jepara, gerakan massa tanah/batuan, zonasi risiko gerakan massa tanah/batuan/Jepara regency, Mass movement, Mass movement risk zone

  1. S1-2016-319922-abstract.pdf  
  2. S1-2016-319922-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-319922-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-319922-title.pdf