Analisis kinerja investasi perusahaan asuransi kerugian dengan metode goal programming :: Studi kasus di PT. Jasa Raharja (Persero)
SUPRIYADI, R. Edi, Prof.Dr. Zaki Baridwan, MSc
2002 | Tesis | Magister ManajemenDunia terhentak ketika gedung WTC di Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 diserang oleh teroris. Akibat peristiwa tersebut banyak perusahaan asuransi kerugian membayar ganti rugi atas rusak dan hancurnya harta benda dan bangunan. Berpijak pad ahal tersebut, maka kondisi keuangan perusahaan asuransi harus sehat dan selalu berada dalam posisi siap membayar semua kewajibannya. Sebagai upaya mencapai hal dimaksud, maka perusahaan asuransi harus meningkatkan pendapatannya baik itu pendapatan premi maupun pendapatan investasinya. Pada sektor pendapatan investasi, kontribusi pendapatan investasi terhadap total pendapatan dari perusahaan asuransi kerugian di Indonesia dari tahun ke tahun makin menurun. Hal ini selain disebabkan oleh bentuk portofolionya yang belum optimal juga karena adanya batasan-batasan yang diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan RI No. 224/KMK.017/1993 dan No.481/KMK.017/1999. Untuk mengetahui kegiatan investigasi perusahaan asuransi kerugian dalam membentuk portofolio investasinya dengan memperhatikan batasan-batasan yang ada, penulis dalam tesis ini melakukan penelitian di PT. Jasa Raharja (Persero). Dan kegiatan investasi yang diamati dalam penelitian ini adalah kegiatan investasi PT. Jasa Raharja (Persero) salaam periode bulan Januari 2000 sampai dengan bulan Desember 2001. Sedangkan instrument investasinya adalah deposito rupiah, deposito valas, SBI, obligasi, saham, reksadana, penyertaan, reksadana dan promes. Dalam penelitian ini penulis menggunakan model mean variance untuk menghitung return dan deviasi standar elemen investasi dan portofolio. Sedangkan untuk menganalisis dan menentukan portofolio yang optimal penulis menggunakan model Goal Programming. Hasil penelitian diketahui bahwa portofolio yang dibentuk oleh PT.Jasa Raharja (Persero) belum memberikan tingkat keuntungan yang optimal, proporsi deposito rupiahnya melebihi batas yang ditetapkan, tingkat keuntungan investasi sahamnya negative dan koefisien korelasi antar instrument tidak terlalu kuat. Dari hasil olahan Goal Programming diketahui bahwa portofolio tersebut dapat memberikan hasil yang optimal apabila kombinasi portofolionya terdiri dari deposito rupiah sebesar Rp. 304.33 miliar(66,85%), SBI Rp. 45.527 miliar (10%), obligasi Rp. 91.055 miliar (20%) dan penyertaan Rp. 14,361 miliar (3,53%). Kombinasi portofolio tersebut akan menghasilkan return sebesar Rp. 5,326 miliar per bulan. Penggunaan model Goal Programming untuk menetukan portofolio yang optimal ternyata sangat praktis karena parameternya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan, dan memungkinkan manajer investasi untuk memaksimumkan beberapa saran sekaligus serta menyususnnya sesuai dengan prioritas yang diinginkan. Namun demikian karena model ini adalah model kuantitatif, maka akurasi penyelesaiannya sangat tergantung pada akurasi parameter yang digunakan.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Manajemen Investasi, Kinerja Investasi Perusahaan,