STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI WISATA 5 PANTAI KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR
ERI WIDIYANTO, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M. Sc., Ph. D; Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc
2016 | Tesis | S2 Kajian PariwisataKabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten di sebelah selatan Provinsi Jawa Timur yang secara geografis berbatasan dengan Samudera Hindia. Oleh karena itu, Kabupaten Tulungagung memiliki objek wisata pantai yang menarik dan unggulan. Objek wisata pantai tersebut antara lain Pantai Popoh, Pantai Klatak, Pantai Brumbun, Pantai Sine, dan Pantai Molang. Pantai-pantai tersebut sudah ada yang dikembangkan dan menjadi unggulan tetapi ada pantai yang masih alami dan belum dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Tulungagung sudah memasukkan pantai-pantai tersebut dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tulungagung tahun 2010-2029 tetapi kenyataannya masih banyak pantai yang belum terkelola dengan baik. Pantai-pantai tersebut memerlukan sebuah rumusan strategi pengembangan potensi wisata pantai untuk dapat dikembangkan menjadi lebih baik sesuai dengan kondisi masing-masing pantai saat ini. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi unsur internal dan eksternal objek wisata masing-masing pantai kemudian dengan menggunakan analisis SWOT merumuskan strategi pengembangan objek wisata pantai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi, pengukuran lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pantai memiliki kondisi yang berbeda-beda berdasarkan letak kuadran dalam matriks SWOT. Kuadran I adalah kondisi dari Pantai Popoh yang berarti objek wisata Pantai Popoh dalam kondisi Growth atau menggunakan strategi SO. Kuadran III adalah kondisi dari Pantai Klatak dan Pantai Molang, yang berarti pantai-pantai tersebut dalam kondisi Survival atau menggunakan strategi WT. Kuadran IV adalah kondisi dari Pantai Brumbun dan Pantai Sine, yang berarti pantai-pantai ini dalam kondisi Diversification atau menggunakan strategi ST.
Tulungagung is one of the regencies in the southern part of East Java province, which is geographically adjacent to Indian Ocean. Therefore, Tulungagung has many interesting and excellent beaches. The beach attractions include Popoh Beach, Klatak Beach, Brumbun Beach, Sine Beach and Molang Beach. Some of the beaches are already developed and featured but there are some pristine beaches which are yet to be developed. Tulungagung Regency Government has included the beaches in the Tulungagung Regency Spatial Plan 2010-2029 but in reality there are many beaches which are left unmanaged. The beaches are in the needs of a strategic formulation of coastal tourism potential development thus it can be developed in accordance with the conditions of each beach at this present. The purpose of this study is to identify internal and external elements of each beach attraction and then by employing SWOT analysis formulate coastal tourism development strategies. The method used was a descriptive quantitative method. Research data were collected by observation, field measurements, interviews, and documentations. The results shows that each beach has different conditions based on the location of the quadrant in the SWOT matrix. Quadrant I is the condition of Popoh Beach meaning that Popoh Beach is in Growth condition or using SO strategy. Quadrant III is the condition of Klatak beach and Molang beach, which means the beaches are in a state of Survival or using WT strategy. Quadrant IV is the condition of Brumbun beach and Sine beach, which means these beaches in Diversification condition or using ST strategy.
Kata Kunci : wisata pantai, unsur internal, unsur eksternal, analisis SWOT