Potensi Ekstrak Daun Bengkuang Sebagai Anti Pinjal Secara In-Vitro dan In-Vivo
GHARSINA SORAYA DARUTAMI, Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia
2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPinjal pada kucing (Ctenochepalides sp) sangat merugikan, dapat menyerang kepada manusia (zoonosis). Gigitan pinjal mampu menginduksi rasa gatal, dapat menimbulkan lesi kulit dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada kucing. Selama ini belum ada upaya pemanfaatan limbah daun bengkuang, yang mengandung rotenon yang berfungsi sebagai insektisida yang ramah lingkungan, karena cepat terurai dan tidak mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah upaya mengatasi infestasi Ctenocephalides sp pada kucing melalui grooming ramah lingkungan dengan ektrak daun bengkuang secara in vivo dan in vitro. Uji in vitro digunakan cawan petri yang telah diisi larutan berbagai konsentrasi ekstrak daun bengkuang (EDB), dengan kontrol air dan shampoo pabrik, dengan menggunakan masing-masing 10 ekor pinjal. Uji in vivo anti-pinjal shampo EDB dilakukan dengan menggunakan 7 ekor kucing dewasa umur sekitar 1 tahun berat 3 kg, jenis kelamin jantan dan betina, dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok I satu ekor kucing sebagai kontrol normal. Kelompok II dan III masing-masing 3 ekor kucing diinfestasi pinjal (±20 ekor) selama 1 minggu. Satu minggu setelah infestasi pinjal, kucing kelompok III dilakukan grooming dengan shampoo pabrik yang dijual di petshop, kucing kelompok II dilakukan grooming dengan Shampoo EDB sesuai dosis efektif in vitro. Darah kucing diambil melalui vena femoralis sebanyak 1 ml sebelum perlakuan, seminggu setelah induksi pinjal dan seminggu setelah grooming untuk mengetahui status kesehatan kucing. Berdasar hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak daun bengkuang mampu menimbulkan kematian pada Ctenocephalides sp melalui uji in vitro dengan konsentrasi optimal 42,5% dalam waktu 28 detik lebih cepat dibandingkan kontrol dengan media air (mati dalam waktu lebih dari 40 menit), dan kontrol shampoo pabrik (mati dalam waktu 37 detik). Infestasi pinjal pada kucing mengakibatkan anemia mikrositik hipokromik dan eosinofilia. Seminggu setelah grooming dengan shampo EDB hasil pemeriksaan hematologi memperlihatkan eosinofil kembali normal dan status anemia menjadi makrositik hipokromik.
Flea (Ctenochepalides felis) is very harmful for the cat and it is also able to infect human (zoonosis). The bite of flea can cause and make the cat uncomfortable. The waste of bengkoang leaf which has rotenon can be used as an environmental friendly insecticide because of easy to be degraded. The aim of this research was to evaluate the investment of Ctenocephalides sp on the cat by grooming with the extract of bengkoang leaf through the in vivo and in vitro tests. In vitro test was conducted by treating of ten fleas in the each petri with several consentration of leave extracts, with the control of water and shampoo manutactured. In vivo test of anti-flea Shampo Ekstrak Daun Bengkuang (SEDB) was conducted by using 7 mature male and female cats, about one year-old and about 3 kg body weight. These 7 cats were divided into three groups of treatment. Group I consisted of one cat as a normal control. Group II and III consisted of three cats in each group which were induced with twenty fleas for one week. After one week cats of group III were treated with grooming using manufactured shampoo, while the cats of group II were treated with grooming using SEDB according to the effective dosage in vitro. The blood from each cats was taken from femoralis vein before the treatment, after one week of fleas induction, and one week after grooming to evaluate the health condition on of cat. Base on the result of research, the extract of bengkoang leaf could be killed Ctenochepalides felis through in vitro test with the concentration of 42,5%. Fleas investation cause anemia microcytic hypochromic, and eosinofilia. One week after grooming with EDB Shampoo, the haematological profile revealed a normal of eosinophile and anemic state changed to macrocytic hypochromic.
Kata Kunci : Ctenocephalides sp, bengkuang, rotenon, grooming