Laporkan Masalah

Komunitas Sablon Jogja : Antara Kepercayaan, Norma dan Jaringan

MAULA NASHIR EL FATH, Drs. Soeprapto, SU

2016 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Abstraksi Penelitian Komunitas Sablon Jogja : Antara Kepercayaan, Norma dan Jaringan mengambil subyek Komunitas Sablon Jogja sebagai subyek penelitian . Keberadaan Komunitas Sablon Jogja menjadi sebuah wadah atau tempat berbagi ilmu dan bertukar informasi para anggota pelaku usaha sablon manual di Yogyakarta. Tumbuh pesatnya industri mikro, kecil atau menengah dalam dunia konveksi khusunya bidang sablon manual di Yogyakarta membuat persaingan antar pengusaha atau pelaku usaha semakin ketat, dalam persaingan usaha yang semakin ketat justru muncul Komunitas Sablon Jogja sebagai wadah untuk berbagi ilmu dan saling bertukar informasi terkait dunia sablon yang mereka tekuni untuk dapat memajukan usaha masing-masing pelaku secara bersama sama dan juga untuk membangun branding kota Yogyakarta sebagai kota dengan industri sablon kaos yang cukup berkompetensi. Komunitas Sablon Jogja juga menjadi solusi untuk memperkuat modal non-finansial untuk dapat meningkatkan daya saing ditengah persaingan dan perkembangan sektor industri konveksi di Indonesia saat ini yang semakin maju dan berkembang. Komunitas Sablon Jogja menjadi sebuah komunitas untuk dapat membantu para pelaku sablon di Yogyakarta untuk dapat berkembang baik secara pribadi maupun kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sehingga peneliti dapat menjabarkan secara lengkap bagaimana temuan data yang ada di lapangan tentang berkembangnya Komunitas Sablon Jogja dalam memperkokoh kekuatan kolektif para pelaku usaha dan menjadi modal lain selain modal finansial. Komunitas ini terbentuk untuk menjadi jembatan penghubung antara pelaku sablon dengan membangun sebuah jaringan, kepercayaan dan juga membuat aturan/norma untuk mengatur tindakan kolektif tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian/softskill para anggota dan juga untuk memajukan Komunitas Sablon Jogja itu sendiri. Tahapan dalam analisis data yaitu reduksi data, display data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Peneliti menggunakan tepri modal social untuk menganalisa beberapa elemen yang ada dalam Komunitas Sablon Jogja. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa beberapa elemen yaitu kepercayaan, norma dan juga jaringan mempunyai peran tertentu dalam pengembangan Komunits Sablon Jogja yang secara lebih lanjut dapat disebut sebagai modal sosial. Terbentuknya modal sosial ini menjadi kekuatan baru untuk Komunitas Sablon Jogja dalam mencapai tujuan-tujuan tertentu sebagai komunitas yang di dalamnya terdapat persaingan antara satu anggota dengan anggota lain yang merupakan pelaku usaha sablon. Modal sosial dalam komunitas dapat membantu memudahkan terjadinya pertukaran informasi, mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan sablon yang beraneka ragam, meningkatkan kapasitas produksi, menambahkan jaringan untuk memperluas pasar usaha dan juga membuat norma untuk mengatur iklim persaingan usaha yang sehat dan tidak saling menjatuhkan. Kata kunci : Industri sablon kaos, modal sosial, kekuatan kolektif

Abstract The study of "Jogja Screen Printing Community : Between Trust, Norma and Networks" taking the subject of Jogja Screen Printing Community as research subjects. The existence of Jogja Screen Printing Community into a home or a place to share knowledge and exchange information members of the manual screen printing businesses in Yogyakarta. Rapidly growing industry of micro, small or medium in the industries convection especially field manual screen printing in Yogyakarta create competition among entrepreneurs or businesses increasingly tight, the competition is getting tighter it appears the Jogja Screen Printing Community as a forum for sharing knowledge and exchanging information related to the world of screen printing they pursue in order to promote their respective businesses with the same actors and also to build the branding of the city of Yogyakarta as a city with a T-shirt screen printing industry that is very competent. Jogja Screen Printing Community also be a solution to strengthen the non-financial capital in order to increase competitiveness amid the competition and the development of industrial sector in Indonesia convection current and growing. Jogja Screen Printing Community into a community to help the perpetrators of screen printing in Yogyakarta to be able to thrive both personally and collectively. This research uses descriptive qualitative method so that researchers can describe in full how the findings of the existing data in the field of community development Sablon Jogja in strengthening the collective strength of businesses and a capital other than financial capital. This community was formed to be a bridge between the screen actors by building networks, trust and also makes the rules / norms to regulate certain collective actions aimed at improving the skills / soft skills of its members and also to promote a Jogja Screen Printing Community itself. Stages in the data analysis of data reduction, data display, conclusions and verification. Researchers used theory of social capital to analyze some of the elements that exist within the Jogja Screen Printing Community. The results of this study can be seen that some of the elements of trust, norms and networks also have a certain role in the development of Jogja Screen Printing Community that more can be referred to as social capital. Formation of social capital have become a new force for the Jogja Screen Printing Community in achieving certain objectives as a community in which there is competition between the members with other members who are perpetrators of printing business. Social capital in the community can help facilitate the exchange of information, find solutions to solve the problems of diverse screen printing, increase production capacity, adding a network to expand the business market and also create norms to regulate the climate of healthy competition and not each other down. Keywords: t-shirts screen printing ndustrial, social capital, collective strength

Kata Kunci : Industri sablon kaos, modal sosial, kekuatan kolektif/ t-shirts screen printing ndustrial, social capital, collective strength

  1. S1-2016-317881-abstract.pdf  
  2. S1-2016-317881-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2016-317881-title.pdf