PEMANFAATAN KULIT BUAH EMPAT KULTIVAR PISANG (Musa x paradisiaca L.) SEBAGAI BIOSORBEN LIMBAH TIMBAL
SEKAR ASRI, Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. ; Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc.
2016 | Skripsi | BIOLOGIPencemaran perairan oleh logam berat merupakan permasalahan lingkungan yang menjadi perhatian pada saat ini. Pencemaran lingkungan perairan oleh logam berat dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke tubuh makhluk hidup. Salah satu cara untuk mengatasi pencemaran lingkungan perairan oleh logam berat yaitu dengan proses adsorpsi. Proses adsorpsi logam berat dapat dilakukan dengan menggunakan biosorben kulit buah pisang. Pemanfaatan kulit buah pisang masih sangat jarang dilakukan sehingga hanya menjadi limbah yang tidak termanfaatkan. Menurut penelitian sebelumnya kulit buah pisang dapat menjadi adsorben logam berat yang baik khususnya timbal (Pb) karena memiliki kadar selulosa yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kulit buah pisang yang dapat mengadsorpsi timbal paling tinggi serta mengetahui konsentrasi optimum dalam penyerapan tiap kulit buah pisang. Pada penelitian ini digunakan berbagai kulit buah pisang yaitu pisang Kepok, Raja, Mas, dan Cavendish dengan variasi konsentrasi adsorben yaitu 0,2%, 1,0%, 2,0%, 3,0%, 4,0%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pembuatan bubuk kulit buah pisang, destruksi menggunakan HNO3, uji kadar timbal dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), uji selulosa dengan metode Chesson Datta, serta uji statistik anova satu arah untuk mengetahui adanya perbedaan nyata antar perlakuan. Pada penelitian ini didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan konsentrasi penyerapan optimum pada berbagai kulit buah pisang. Pada kulit buah pisang Kepok dan Mas konsentrasi penyerapan optimum terjadi pada penambahan bubuk kulit buah pisang 1,0%. Sedangkan Pada kulit buah pisang Cavendish dan Raja konsentrasi penyerapan optimum terjadi pada penambahan bubuk kulit buah pisang 3,0%. Besarnya kadar selulosa pada kulit buah pisang berbanding lurus dengan kemampuan adsorpsi logam berat pada berbagai kulit buah pisang.
Water pollution by heavy metal waste is an environmental problem. Water pollution by heavy metal waste can be harmful to health. There is a solution that could solve water pollution by heavy metal waste that was called adsorption. Heavy metal adsorption process can be performed using banana peel biosorbent. Utilization of banana peel is rarely done so banana peel just being waste. According to previous research, banana peel can be a good adsorbent of heavy metal, especially lead (Pb) because it has a high content of cellulose . This study aimed to determine the banana peel that adsorb highest lead and determine the optimum concentration of each banana peel absorption. Various banana peel like Kepok, Raja, Mas, and Cavendish banana with concentration variations 0.2%, 1.0%, 2.0%, 3.0%, 4.0% were used in this research. The methods used in this research were banana peel powder manufacture, destruction using HNO3, test of lead content using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), cellulose test method by Chesson Datta, and one way anova statistical test to determine differences among treatments. The result showed that various banana peel had different optimum concentration to do absorption. Banana peel of Kepok and Mas had optimum concentration of absorption which occurs in the addition of banana peel powder 1.0%. Banana peel of Cavendish and Raja had optimum concentration of absorption which occurs in the addition of a banana peel powder 3.0%. The amount of cellulose content in the banana peel was directly proportional to the ability of adsorption of heavy metals in various banana peel.
Kata Kunci : pencemaran perairan, timbal, kulit buah pisang, selulosa, adsorpsi