Persepsi Masyarakat Pengguna Media Sosial Facebook dan Twitter Kemdikbud RI
MAISA MUFIDA SIREGAR, Ario Wicaksono, SIP, M.Si
2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin berkembang, semakin mampu memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia dalam kehidupan sosial sehari-hari. Berbagai inovasi telah dibuat, salah satunya yaitu dengan keberadaan media sosial. Penggunaan media sosial mendapat antusias yang tinggi oleh masyarakat. Facebook dan Twitter adalah contoh media sosial yang paling banyak digunakan. Kini media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan semata, tetapi menjadi pilihan untuk membantu memudahkan suatu persoalan publik. Pemerintah pun sudah mulai menggunakan media sosial. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemdikbud RI) menggunakan media sosial Facebook dan Twitter yang ternyata mendapat minat tinggi dari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persepsi masyarakat terhadap penggunaan media sosial Facebook dan Twitter oleh Kemdikbud RI. Persepsi masyarakat dilihat dari cara penggunaan, konten, dan interaktif pada Facebook dan Twitter Kemdikbud RI. Kemudian mengetahui ada atau tidaknya hubungan identitas atau karakteristik jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan tempat tinggal masyarakat dengan persepsi mereka. Persepsi tersebut diketahui melalui survei online serta selanjutnya didukung oleh analisis isi, chi-square, dan tabulasi silang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah mempersepsikan Facebook dan Twitter Kemdikbud RI secara cukup baik. Cara penggunaan, konten, dan interaktif dinilai cukup baik oleh masyarakat pengguna. Akan tetapi, interaktif mendapatkan persepsi cukup baik yang paling rendah dari masyarakat. Persentase cukup baik tertinggi dari masyarakat diberikan kepada konten Facebook dan Twitter Kemdikbud RI. Sedangkan karakteristik masyarakat yang memiliki hubungan dengan persepsi mereka ternyata hanyalah jenis kelamin,pekerjaan dan kota tempat tinggal. Akan tetapi, karakteristik tersebut hanya memiliki hubungan dengan beberapa indikator pada persepsi terhadap cara penggunaan dan interaktif. Pada akhirnya, penggunaan media sosial dapat menjadi suatu strategi bagi pemerintah untuk lebih menjalin hubungan dengan masyarakat. Baik itu hanya sekedar sebagai sarana informatif melalui konten, atau sebagai sarana interaktif melalui interaktifnya. Meskipun memang masih ada hal-hal yang harus diperbaiki lagi untuk mengoptimalkan penggunaan media sosia tersebut.
Technology of communication and information always change. The more it develops the more it is able to help fulfilling people's need and interest in social life. Various innovations have been made including the existence of social media which recently got so much enthusiastic responses from citizen around the world. Some of the most popular and widely used social media are Facebook and Twitter. Nowadays, social media are not only used for fun and entertainment, but also the choice for solving public's problem much easier. Now, Indonesian government had also joined social media. The Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia uses Facebook and Twitter and surprisingly had caught people attention. This research was conducted to study about people's perception towards the usage of The Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia's Facebook and Twitter. Furthermore, another purpose of this research was to know whether there was relation between people's perceptions and their background characteristics or not. People's perceptions were judged by content, their interactivity, and by how they use Facebook and Twitter account. The classification for background characteristic of people were gender, age, occupation and domicile. The data of people perception was obtained from online survey and analyzed using content analysis, statistical approach chi-square method and crosstab analysis. The result of this research showed that people had considered about The Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia's Facebook and Twitter quite well. They valued adequate for how to use it, the content and interactivity. However, interactivity got the lowest percentage, while the content got the highest. All classification of background characteristic, except age, affected people's perceptions on how they use and interactivity. Finally, using social media can be one of the strategies for the government to build a better relationship with their citizen. Social media is very usable, not only as informative media, but also as interactive media. However, it is certain that there still are a lot of things which have to be done by Indonesian government to optimize social media utilization.
Kata Kunci : media sosial, Facebook, Twitter, pemerintah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Persepsi, Cara penggunaan, konten, interaktif