PERAN AKTOR KEPENTINGAN DALAM KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KILANG LNG DONGGI-SENORO KECAMATAN BATUI KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH
RISKY YUSTIANI POSUMAH, Dr. Phil. Gabriel Lele, M.Si.;Dr.Subando Agus Margono, M.Si.
2015 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan PublikUntuk memenuhi kebutuhan gas negara dan mendapatkan peluang investasi yang besar bagi negara, indonesia membuka ladang gas baru di Kab. Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dengan nama proyek Donggi-Senoro. Proyek ladang LNG ini adalah proyek pertama yang menggunakan sistem yang berbeda dengan memisahkan pemilik dan pengelola bagian hilir dan hulu dengan modal investasi berjumlah $28 miliar, dimana untuk wilayah hulu indonesia yang diwakili oleh pertamina turut mengelola dan memiliki modal saham saham sebesar 29%. Sebagaimana dalam proyek-proyek berskala besar nasional lain, proyek inipun tak lepas dari campur tangan aktor-aktor maupun berbagai kelompok kepentingan tertentu mulai dari pusat hingga ke daerah. Kepentingan-kepentingan yang ada dengan berbagai macam motif membawa kebijakan-kebijakan dan sikap pemerintah yang berkaitan dengan proyek ini cenderung tidak sehat dan menuai berbagai macam masalah. Dalam Tesis ini penulis mencoba menganalisa kepentingan yang ada diantara aktor-aktor lokal yang ada dalam proyek Donggi-Senoro LNG beserta strategi dan alat aktor dalam mencapai tujuan mereka masing-masing. Tesis ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori respon kebijakan, public choice dan rent-seeking. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dalam merekonstruksi analisa atas kasus yang ada berdasarkan data yang didapatkan dilapangan baik itu berupa data primer maupun data sekunder dengan melakukan wawancara dan obsevasi. Hasil penelitian yang didapatkan menyimpulkan bahwa adalah benar terdapat praktek rent seeking yaitu munculnya spekulan yang kebanyakan berasal dari kalangan elit pejabat pemerintah. Penelitian ini juga membuktikan bahwa dikatahui adanya campur tangan Ma'mun Amir sebagai Mantan Bupati yang sekaligus adalah aktor utama dalam dalam praktek rent-seeking yang melibatkan mantan bupati sendiri, perusahaan konstruksi swasta setempat dimana petinggi perusahaan adalah kakanya sendiri sebagai mantan raja banggai dan beberapa pejabat birokrasi lain. Dengan menggunakan kekuatan jabatan politik yang dimiliki serta strata sosial sebagai keluarga dan keturunan raja banggai, Ma'mun Amir dapat mengontrol dan mengeluarkan keputusan-keputusan yang dapat melancarkan kepentingan-kepentingan tertentu dalam proyek DSLNG ini. Munculnya respon yang mayoritas bersifat resisten adalah wujud dari ketidakadilan dari kebijakan dan keputusan yang dibuat, ketimpangan keuntungan yang didapatkan masyarakat setempat yang lebih besar menerima kerugian dengan hadirnya proyek DSLNG adalah alasan lain yang melatarbelakangi respon-respon negatif yang hadir di masyarakat.
To fulfill the country's gas needs and get big investment opportunities for the country, Indonesia opens a new gas field in Banggai District, Central Sulawesi named Donggi-Senoro project. This LNG field project is the first project using a different system by separating between the owner and the manager of downstream an upstream parts with capital investment as many as $28 billion where upstream area of Indonesia is represented by Pertamina that also manages and owns capital stock as many as 29%. As many other national big projects, this project cannot also be separated from intervention of actors or other groups who have specific interest from center to local level. The existing interest with many various motives affects government's policies and attitudes related to this project that tend to be unfair and n reap many problems. In this thesis the writer tried to analyze the existing interest among local actors in the project of LNG Donggi-Senoro also their strategies and properties used to attain their own purposes. This thesis applied qualitative research method with policy response approach, public choice, and rent-seeking. Furthermore, this research applied case study approach in reconstructing the analysis of the case based on gained data from the field both primary and secondary data by doing interview and observation. It can be concluded from the result of the research that it is true that there is rent seeking practice that is the presence of speculators mostly from elite government officials. This research also proved that there were intervention of Ma'mun Amir, the former regent and the main actor of rent seeking practice, and also the local construction company that the official of the company was the brother of the former regent as the former king of Banggai and other bureaucratic officials. By using their power of political position and social strata as family and descendants of king of Banggai, Ma'amun Amir was able to control and make decisions to launch the specific interest in this DSLNG project. The emergence of response that majority are resistant is form of injustice of the policies and decisions made. Inequality profits obtained by local society who received greater losses from the DSLNG project was another reason underlying the negative response existing among the society.
Kata Kunci : Aktor Kepentingan, Rent-Seeking