PEMELIHARAAN TAJUK ANGSANA (Pterocarpus indicus) PADA HUTAN KOTA YOGYAKARTA
RAHADIAN YUDHISTIRA, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr.Ph.D.;Dr.Ir. Ronggo Sadono
2015 | Skripsi | S1 KEHUTANANMeningkatnya populasi penduduk kota dan pembangunan membuat ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Yogyakarta semakin sedikit. Oleh sebab itu, penataan RTH, terutama pemilihan jenis pohon yang tepat, sangat diperlukan untuk memberikan rasa nyaman bagi penduduk kota dalam menjalankan aktivitasnya. Angsana (P. indicus) merupakan salah satu jenis pohon yang memiliki fungsi peneduh dan memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap pb atau timbal. Nilai estetika dari pohon ini terletak pada bunganya yang berwarna kuning sehingga cocok juga sebagai tanaman penghias di pinggir jalan. Penelitian dilakukan di tujuh jalan pada Kota Yogyakarta yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kusumanegara, Jalan Laksda Adisucipto, Jalan Glagahsari, Jalan Gejayan, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Mayor Suryotomo. Metode yang digunakan adalah eksplorasi, identifikasi, dan wawancara. tujuh jalan tersebut dikelompokkan berdasarkan arah Barat dan Timur,serta letak pohon angsana di Devider dan Tepi jalan. Hasil wawancara dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dengan Badan Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa pemeliharaan pohon angsana (P. indicus) di lokasi penelitian dilakukan oleh pihak ketiga sesuai SPK (Surat Perjanjian Kontrak). SOP yang digunakan pihak ketiga sudah memenuhi syarat dalam pemeliharaan pohon di Hutan Kota Yogyakarta. Pohon angsana (P. indicus) pada Hutan Kota Yogyakarta tidak memiliki nilai sosial dan budaya, namun angsana (P. indicus) dipilih mengingat berfungsi sebagai peneduh dan penyerap pb.
The increasing population of the city and make the development of green open space (RTH) in Yogyakarta less. Therefore, the arrangement of green space, especially the selection of appropriate tree species, it is necessary to provide a sense of comfort for the residents of the city in carrying out its activities. Angsana (P. indicus) is one type of tree that has the function of shade and has a high ability to absorb pb or lead. The aesthetic value of the tree is situated on yellow flowers making it suitable also as an ornamental plant on the roadside. The study was conducted on seven streets in the city of Yogyakarta namely Jalan Sudirman, Jalan Kusumanegara, Laksda Jalan Adisucipto, Glagahsari Road, Jalan Gejayan, Jalan Brig Katamso, Major Road Suryotomo. The method used is the exploration, identification, and interviews. seven roads were grouped by the West and the East, as well as the location of Angsana tree in Devider and Bank streets. Results were analyzed by descriptive qualitative interviews. Data obtained by the Environment Agency showed that maintenance Angsana tree (P. indicus) at the site of the research carried out by third parties in accordance SPK (Letter of Contract Agreement). SOP is used a third party already qualified in the maintenance of forest trees in the city of Yogyakarta. Angsana tree (P. indicus) in Yogyakarta City Forest does not have a social and cultural values, but Angsana (P. indicus) have been given the function as a shade and absorbent pb or lead.
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, hutan Kota Yogyakarta, nilai sosial dan budaya, pemeliharaan tajuk, arsitektur pohon.