Karakteristik dan Petrogenesa Batuan Granitoid Bukit Batu, Kecamatan Pangkalampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
MUHAMMAD DESTRAYUDA, Dr. Lucas Donny Setiadji, S.T., M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIDaerah Bukit Batu, Kecamatan Pangkalampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan memiliki suatu tubuh intrusi yang belum banyak dikenal dan diteliti oleh ilmuwan. Bukit Batu merupakan daerah di Sumatera Selatan yang secara fisiografi berada pada Tinggian Lampung dan dilalui oleh jalur struktur geologi yang besar yang disebut sebagai Garis Bentong - Raub. Penelitian yang dilakukan di Bukit Batu dilakukan dengan menggunakan tinjauan pustaka yang digabungkan dengan pengamatan lapangan dan analisis laboratorium. Tahapan penelitian yang dilakukan untuk karya skripsi ini meliputi tahapan studi pustaka, tahapan pengambilan data, tahapan analisis data, dan tahapan pembuatan laporan. Analisis yang dilakukan untuk melengkapi data bagi karya ini meliputi analisis morfologi, analisis petrografi, analisis mineragrafi, analisis XRD, analisis kerentanan magnetik, analisis XRF, dan analisis struktur geologi. Berdasarkan hasil pemetaan daerah Bukit Batu memiliki enam fasies litologi, yaitu satuan syenit kuarsa, satuan mikrosyenit kuarsa, satuan granit, satuan syenit, satuan lapili tuf, dan satuan endapan rawa. Tubuh batuan granitoid yang ada di Bukit Batu memiliki kandungan mineral yang khas yaitu : aegirin, riebekit, dan arfvedsonit. Selain itu batuan granitoid Bukit Batu juga dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan nilai anomali magnetiknya, yaitu granitoid tipe magnetit dan granitoid tipe ilmenit. Dari hasil analisis geokimia yang dilakukan pada batuan granitoid di Bukit Batu, diketahui bahwa batuan granitoid di Bukit Batu memiliki saturasi alumina peralumina, memiliki nilai afinitas shoshonitik hingga tinggi potasium, dan memiliki tatanan tektonik yang bersifat transisi antara anorogenik - orogenik akhir - syn-kolisi. Selain itu juga batuan granitoid di Bukit Batu terpotong oleh sesar geser dekstral Bukit Batu dan sesar geser sinistral diperkirakan Bukit Batu.
Bukit Batu region, Pangkalampam District, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatera Province had an intrusion not well known to most of scientists nowaday. Bukit Batu was a region in South Sumatera which physiographically located at Lampung High and was intercepted by a structural line of Bentong - Raub Line. Research done at Bukit Batu was made by using literature research and supported by field work and laboratorium analyses. Research steps are summarized in 4 major steps : literature study step, data acquiring step, data analyses step, and report-making step. Analyses done for this research consist of morphology analysis, petrography analysis, mineragraphy analysis, XRD analysis, magnetic susceptibility analysis, XRF analysis, and structural geology analysis. Based on mapping results at Bukit Batu, the region have six lithological facies, quartz syenite unit, quartz microsyenite unit, granite unit, syenite unit, lapili tuff unit, and swamp deposit unit. Granitoid body in Bukit Batu has a distinct mineral composition : aegirine, riebeckite, and arfvedsonite. Granitoid in Bukit Batu can be differed into two distinct types based on its magnetic susceptibility, the magnetite-type granitoid and the ilmenite-type granitoid. From geochemical analyses done on Bukit Batu granitoid, it is known that Bukit Batu granitoid has a peraluminous alumina saturation, soshonitic - High-K affinity, and a transitional tectonic configuration between anorogenic-late orogeny- syn-collisional. Granitoid in Bukit Batu are also been cut by two strike-slip faults : right-lateral fault of Bukit Batu and inferred left-lateral fault of Bukit Batu.
Kata Kunci : Batuan granitoid, tipe-A, Bukit Batu, karakteristik, petrogenesa