DONGENG HIKAYAT PELANDUK JINAKA DALAM TINJAUAN ETIKA MAX SCHELER
NUR HIDAYATULLAH H, Ridwan Ahmad Sukri, S.S., M.Hu,.
2015 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATDongeng kancil adalah cerita yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Hikayat Pelanduk Jinaka merupakan salah satu buku induk dari cerita- cerita kancil yang berkembang saat ini. Cerita tentang kancil yang berkembang saat ini sering digunakan sebagai bahan penunjang pembelajaran di sekolah untuk itu perlu adanya penelitian tentang etika Hikayat Pelanduk Jinaka. Max Scheler sebagai salah satu tokoh etika dipilih sebagai objek formal dari penelitian ini Penelitian dengan judul "Dongeng Hikayat Pelanduk Jinaka dalam Perspektif Etika Max Scheler" ini menggunakan data pustaka sebagai data pokok. Penyempurnaan hasil penelitian ini menggunakan unsur-unsur metodis interpretasi dan deskripsi, Dari analisa yang dilakukan telah ditemukan bahwa cerita dalam Dongeng Hikayat Pelanduk Jinaka tidak etis berdasarkan etika Max Scheler. Perilaku tokoh utama pelanduk dalam dongeng tidak dapat mencerminkan seseorang yang memiliki perasaan cinta terhadap orang lain. Sikap ini menjadikan tindakannya tidak bermoral.
Kancil Stories is a story that is very close to the Indonesian society. Pelanduk Jinaka Stories is one of main literature for the Kancil Stories in the present. Now Kancil Stories are use for the extra literature at school. Max Scheler as the one of the ethic thinker are used for a formal onject in this research. This research titled" Dongeng Hikayat Pelanduk Jinaka dalam Perspektif Max Scheler" are used library data is used as main data. To finish the research, was used methodically element are interpretation and description. The research was found that the story of Hikayat Pelanduk Jinaka unethical story based from the Max Scheler's ethic theory. Pelanduk as a main character in the Pelanduk Jinaka Stories is not showing a love character . These attitudes make immoral action.
Kata Kunci : Dongeng Hikayat Pelanduk Jinaka, etika Max Scheler, cinta.