Laporkan Masalah

Pengaruh Penambahan Kuning Telur pada Bahan Pengencer NaCl Fisiologis Terhadap Motilitas dan Viabilitas Sperma Ayam Ketawa Yang disimpan pada Suhu Kamar

KARTONO GIGIH N, Prof. Ir. Ismaya, M.Sc., Ph.D, Ir. Kustono, M.Sc., Ph.D

2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kuning telur pada bahan pengencer NaCl fisiologis tehadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam Ketawa yang disimpan pada suhu kamar. Materi yang digunakan yaitus perma dari 5 ekor ayam Ketawa ditampung tiap pagi hari dan dicampur menjadi satu kemudian dibagi untuk dua perlakuan pengenceran. P1: NaCl Fisiologis 100%; P2: NaCl Fisiologis + Kuning telur ayam Petelur (10%). Data diambil selama penyimpanan pada jam ke (0,1,2,3,dan 4 jam) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis rancangan acak lengkap pola faktorial 2x5 dan bila signifikan berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengencer dan lama penyimpanan memberikan efek yang nyata (P<0,05) terhadap motilitas spermatozoa ayam Ketawa, namun macam pengencer tidak memberikan perbedaan efek yang nyata terhadap viabilitas spermatozoa ayam Ketawa. Rata-rata motilitas spermatozoa ayam Ketawa selama empat jam penyimpanan pada perlakuan P1 dan P2 adalah 64,33 % ± 16,13 % dan 70,33 % ± 14,57 %. Rata-rata viabilitas spermatozoa ayam Ketawa selama empat jam penyimpanan pada perlakuan P1dan P2 adalah 76,47 % ± 11,61% dan 78,56 % ± 9,79 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengenceran dengan NaCl + Kuning telur ayam Petelur (10%) memberikan presentase motilitas spermatozoa yang lebih baik dari pada menggunakan NaCl pada penyimpanan suhu kamar dengan waktu penyimpanan 1 jam setelah pengenceran

The study was designed to investigate the effect of the suplementation of egg yolk in physiological NaCl diluent for Ketawa chicken semen motility and viability stored at room temperature. Semen of five Ketawa chicken were collected every morning during three weeks and then mixed. The collected semen were divided into two dillution treatments i.e: Physiological NaCl 100 % (P1); Physiological NaCl 100 % + yolk (10%) (P2). The data motility and viability were observed on time 0, 1, 2, 3, 4 hours of storage with three repetition.The data were analyzed using Completed Randomized Design, Factorial design 2 x 5, and continued using Duncan Multiple Range Test. The result showed significant different on motility of the effect of dillution and time storage Ketawa chicken semen (P<0.05). In other side, various dillution were not significant on Ketawa chicken semen viability. The average of semen motility during four hours storage in P1 and P2 treatments were 64.33 % ± 16.13 % and 70.33 % ± 14.57 %, respectively. The average of viability semen during for hours storage on P1 and P2 treatments were 76.47 % ± 11.61 % and 78.56 % ± 9.79 %, respectively. This results suggested that dillution using NaCl + yolk (10%) provide better semen motility than using NaCl at room temperature on one hours storage after dillution.

Kata Kunci : (Kata Kunci: ayam Ketawa, Sperma, NaCl Fisiologis, Kuning Telur ayam Petelur, Motilitas, Viabilitas).

  1. S1-2015-317588-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317588-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317588-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317588-title.pdf