Laporkan Masalah

Banjir Solo 1966: Sebuah Sejarah Sosial

AMELIA KUSTYASWATI, Dr. Nur Aini Setiawati, M.Hum

2015 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAH

Tahun 1966 pemerintah sangat disibukkan dengan penumpasan PKI di seluruh wilayah Indonesia. Di wilayah Surakarta pada bulan Maret 1966 terjadinya banjir besar yang merendam hampir 3/4 wilayah kota. Banjir yang terjadi di Surakarta pada tahun 1966 merupakan suatu pengulangan peristiwa dari banjir yang pernah terjadi di masa lampau. Perubahan pada bidang ekologi yang terjadi di Surakarta merupakan salah satu faktor penyebab adanya banjir. Perubahan ekologi ini juga dapat dipengaruhi oleh perubahan masyarakat pada bidang sosial dan budaya. Dampak bencana banjir besar yang melanda mempengaruhi masyarakat wilayah kota yang sebelumnya belum pernah mengalami banjir. Penyebab banjir besar hingga terjadi merupakan dampak dari ulah manusia. Hingga mengakibatkan banjir besar itu terjadi di wilayah Surakarta. Fokus penelitian ini adalah dampak bencana banjir yang terjadi pada masyarakat. Masyarakat menanggapi dan memaknai banjir pertama yang melanda Kota Solo di tahun 1966. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Dengan menggunakan sumber primer dan sumber sekunder, seperti arsip, foto, buku, surat kabar dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana banjir di Solo ditetapkan presiden sebagai bencana nasional. Presiden Soeharto mencetuskan pembangunan Waduk Serbaguna Wonogiri guna menanggulangi bencana banjir agar tidak kembali terjadi di wilayah Sungai Bengawan Solo. Kata kunci: banjir, Solo, Surakarta, masyarakat

In 1966 Indonesian government hardly fought against to PKI in the entire Indonesian territory. In the region of Surakarta on March 1966 there was horrible flood happened in almost 3/4 parts of the city. In 1966 the awful flooding that occurred in Surakarta was a reiteration of the previous catastrophe. The ecology revolution in Surakarta was one of the causative factors which caused the flood. This ecology revolution was also influenced by social and culture phenomenon within the society. The terrible flood also affected to the some region which have not been flooded in the past. This awful flood in Surakarta was also occurred because of human deeds. This research focuses on the impact of the flood towards the society. Society reaction and response when the awful flood hit on Surakarta in 1966. This research applied historical method by using primary and secondary source of data. They are files, pictures, books, newspaper, and research report. This research findings shows that the President of Indonesia, Soeharto laid the terrible flood as the national disaster. As the preventive action, President Soeharto exclaimed the dam construction, Waduk Serbaguna Wonogiri, to prevent the flood disaster happen again surround Bengawan Solo River. Keywords : flood, Solo, Surakarta, society

Kata Kunci : Banjir, Solo, Surakarta, Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.