Laporkan Masalah

A Structural-Comparative Study on an American Indian Group and an Indonesian Ethnic Group's Trickster Tales

EVA HAMDIAH, Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Sebuah Studi Komparatif-Struktural terhadap Dongeng Trickster dari Sebuah Suku Indian Amerika dan Sebuah Suku di Indonesia Intisari Studi dalam tesis ini menyajikan perbandingan antara dongeng trickster Ableegumooch yang berasal dari sebuah suku Indian Amerika bernama Mi'kmaq dengan dongeng trickster Kancil yang berasal dari sebuah suku di Indonesia yang bernama Jawa. Fokus studi ini adalah struktur-struktur naratif dari dongeng-dongeng tersebut dengan orientasi mengungkap nalar Mi'kmaw yang tercermin dalam dongeng Ableegumooch dan nalar Jawa yang tercermin dalam dongeng Kancil. Temuan-temuan dari studi ini diarahkan untuk memberikan beberapa penjelasan mengenai bertahannya nilai-nilai tradisional di tengah pengaruh-pengaruh asing dan untuk menemukan jenis trickster apa yang direpresentasikan oleh tokoh Ableegumooch and Kancil dalam bandingannya dengan jenis trickster dalam cerita mitos. Objek kajian studi ini adalah empat dongeng Ableegumooch dan enam dongeng Kancil yang memiliki aspek-aspek yang dapat diperbandingkan. Objek studi dikaji menggunakan pendekatan dan metode dari Claude Levi-Strauss. Pendekatan ini mengasumsikan dongeng sebagai sebuah fenomena budaya yang mengandung struktur seperti struktur bahasa yang bekerja pada level nirsadar dari nalar manusia dan membentuk perspektif-perspektif tertentu mengenai realita-realita penalar. Interpretasi-interpretasi dari temuan studi didasarkan pada konsep politik budaya (cultural politics) yang dibangun oleh John Carlos Rowe dan diorientasikan pada perspektif post-national dalam Pengkajian Amerika. Dari studi ini ditemukan dua struktur dasar dari dongeng Ableegumooch dan Kancil yang mengatur pera-peran tokoh trickster dalam teks-teks naratif yang dikaji. Yang pertama adalah sebuah struktur yang menggambarkan interelasi kepentingan--kemampuan--standar moral. Yang kedua adalah struktur interelasi strategi--kemampuan--teritori. Dari analisis struktur berdasarkan konteks historis dan etnografis suku Mi'kmaq dan suku Jawa ditemukan bahwa dongeng Ableegumooch mengkomunikasikan nalar Mi'kmaw tentang pertahanan ekstensi diri, kebanggaan suku dan rasa keterikatan pada akar tradisi Mi'kmaw yang direpresentasikan dalam nilai-nilai tradisionalnya sementara dongeng Kancil mengkomunikasikan nalar Jawa tentang sebuah kesadaran akan ketidakadilan dan keadilan dalam penggunaan kekuasaan dan kedudukan dalam masyarakat Jawa dan perlunya kontrol atas prakteknya dengan ketundukan pada nilai-nilai tradisional yang berpihak pada keadilan. Konstruksi-konstruksi nalar pribumi ini mengungkap politik budaya Mi'kmaw dan Jawa yang menunjukkan: (1) pengakuan atas sebagian realita pada tataran tertentu, (2) pengabaian yang tak kentara terhadap realita-realita tertentu untuk menghadirkan bayangan realita yang diinginkan, (3) konstruksi perilaku ideal atau yang dapat diterima dalam peristiwa-peristiwa imajiner serta pola-pola pikir yang mendasarinya dan (4) konteks isu kultural Mi'kmaw yang tanpa dasar kelas dibanding konteks isu kultural Jawa yang berdasar kelas. Politik budaya pribumi menjadi salah satu alasan bertahannya budaya tradisional di tengah pengaruh budaya dominan (dalam hal ini posisi budaya Mi'kmaw dalam pengaruh budaya dominan di Kanada dan Amerika Serikat). Ableegumooch dan Kancil menggambarkan jenis tokoh trickster binatang yang cenderung berkarateristik kultural dibanding dengan tokoh trickster binatang dalam cerita-cerita mitos yang menggambarkan jenis trickster natural.

A Structural-Comparative Study on an American Indian Group and an Indonesian Ethnic Group's Trickster Tales Abstract The study presented in this thesis is comparing Ableegumooch trickster tales originating in an American Indian indigenous group called the Mi'kmaq to Kancil trickster tales originating in an Indonesian indigenous group called the Javanese. The comparative study is focused on the tales' narrative structures for the purpose of revealing Mi'kmaw mind reflected in Ableegumooch tales and Javanese mind reflected in Kancil tales. The findings of the study are expected to give some explanations regarding the persistence of traditional values despite foreign influences and to define what kind of tricksters Ableegumooch and Kancil represent in the tales as opposed to most tricksters in myths. The objects of study are four Ableegumooch tales and six Kancil tales with comparable aspects. The study is carried out using structuralist approach and method proposed by Claude Levi-Strauss. It approaches the tales as a cultural phenomenon with structures working like language's structures and they operate in the unconscious level of human mind with which human builds certain perspectives of their realities. The interpretations of the findings are made based on a concept called cultural politics as defined by John Carlos Rowe and is oriented towards post-national perspective of American Studies. The study results in two fundamental structures of Ableegumooch and Kancil tales that govern the tricksters' roles in the narrative texts, namely a structural interrelation of interest--power--morals and a structural interrelation of strategyâ--power--territory. Based on further analysis of the structures in Mi'kmaw and Javanese historical and ethnographical contexts, it is found that Ableegumooch tales communicate Mi'kmaw mind concerning self-preservation, pride and sense of belonging to Mi'kmaw traditional root represented in its traditional values whereas Kancil tales communicate Javanese mind concerning an awareness of the misuse and fair use of power and privilege in Javanese society and the necessity of controlling their practice by the compliance with traditional values to ensure the fair use instead of the misuse. These constructions of indigenous minds reveal Mi'kmaw and Javanese cultural politics that suggest: (1) recognitions of some parts of realities to some extent, (2) silent overlook of certain realities in favor of desired imagined realities, (3) the construction of ideal/ approved behavior in the imaginary events and the mindsets on which they are generated and (4) the classless-based context of Mi'kmaw cultural issues as opposed to the class-based context of Javanese cultural issues. Indigenous cultural politics is the reason for traditional culture's persistence despite dominant culture's hegemony (i.e. Mi'kmaw culture's position in dominant cultures in Canada and USA). Ableegumooch and Kancil represent the kind of animal tricksters that can be defined as cultural tricksters as opposed to those in myths that represent natural tricksters.

Kata Kunci : narrative structures, trickster's roles, indigenous mind, cultural politics

  1. S2-2015-339513-abstract.pdf  
  2. S2-2015-339513-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-339513-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-339513-title.pdf