Laporkan Masalah

Kolonisasi Kuman Pada Sediaan Bupivakain 0,5% 20 ml Dalam Nacl 0,9% 60 ml Untuk Epidural Intermitten Setelah Pembuatan Dan Penyimpanan

SUHADI, Dr. I.G. Ngurah Rai Artika, Sp.An. KAKV, KAR, ; Dr. Yunita W, Sp.An. M.Kes, KAP, Ph.D,

2015 | Tesis | SP ILMU ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI

Latar belakang. Bupivakain 0,125% adalah obat lokal anestesi yang sering digunakan untuk injeksi epidural secara intermitten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kolonisasi pada sediaan bupivakain 0,125% yang kita buat sendiri dan setelah tiga hari disimpan dalam kulkas. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif terhadap 67 sampel bupivakain 0,125% yang digunakan untuk mengatasi nyeri pasca operasi melalui kateter epidural intermitten. Pada jam ke-0 dan hari ke-3 bupivakain 0,125% yang dibuat, diambil 1ml untuk dilakukan kultur di laboratorium mikrobiologi. Pembuatan, pengambilan dan injeksi dilakukan secara aseptik antiseptik. Hasil. Tidak ditemukan kolonisasi kuman pada jam ke-0 dan hari ke-3. Faktor resiko yang diduga bisa menyebabkan kontaminasi tidak terbukti. Simpulan. Bupivakain 0,125% yang dibuat secara aseptik dan disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 2,9 derajat C sampai 12,4 derajat C sampai hari ketiga tidak terjadi perubahan fisik (makroskopis) dan tidak terdapat kontaminasi bakteri.

Background : A 0,125% bupivacaine is local anesthetic drug which often used for intermittent epidural injection . The purpose of this study was determine whether there was colonization in self-prepared 0.125 % bupivacaine, and after three days stored in the refrigerator. Methods : This study was a prospective cohort study on 67 samples of bupivacaine 0.125 % that was used for postoperative pain through the epidural catheter intermittently . At the time of 0 hour and on 3rd day when bupivacaine 0.125 % were made, 1ml of the samples were sent to microbiology laboratories for culture process. Manufacture, extraction and injection were performed aseptically. Results : There were no bacteria colonization neither on the time 0 hour nor on the 3rd day. Risk factors were purposed become contamination were not found. Conclusion : There were no physical changes (macroscopic) neither bacterial contamination in A 0.125% Bupivacaine that was made in aseptic and refrigerated until the third day at temperature of 2.9 degree C to 12.4 degree C.

Kata Kunci : Bupivakain 0,125%, Epidural Intermitten, Kolonisasi bakteri, Faktor resiko/Bupivacain 0,125%, intermitten epidural, Bacterial colonization, Risk Factors


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.