Laporkan Masalah

PENGARUH PERBEDAAN JENIS KAYU DAN KADAR AIR MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIA JAMUR SHIITAKE (Lentinula edodes)

DAHAYU RATNANINDHA, Dr.Denny Irawati, S.Hut, M.Si

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Budidaya jamur Shiitake (Lentinula edodes) di Indonesia belum banyak berkembang karena produktivitasnya yang rendah. Hal ini terjadi karena berbagai informasi mengenai syarat budidaya jamur Shiitake yang baik di kondisi Indonesia belum banyak ditemukan. Salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan jamur adalah media. Informasi mengenai komposisi media tanam dengan menggunakan kayu-kayu dari Indonesia belum ditemukan, oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai penggunaan berbagai jenis kayu dari Indonesia untuk budidaya jamur Shiitake. Pada penelitian ini digunakan 4 jenis kayu dari family Leguminaceae yaitu Gamal (Gliricidia sepium); Johar (Samanea saman); Lamtoro (Leucaena leucocephala); dan Sengon (Falcataria moluccana). Keempat jenis kayu tersebut kemudian masing-masing dibuat media dengan menambahkan 12,5% (b/b) bekatul atau dedak dan 6% (b/b) CaCO3, serta diatur kadar airnya menjadi 65, 70, dan 75% dengan menambahkan aquades. Kemudian media dimasukkan pada petridisk (�¸ 90 mm) dan diinokulasi jamur Shiitake untuk diukur kecepatan pertumbuhan miselia dan kadar glukosaminnya. Selain itu juga dilakukan analisis kimia untuk masing-masing media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kayu yang berbeda menghasilkan media dengan komponen kimia yang berbeda, kecuali kadar lignin terlarut asam. Kecepatan pertumbuhan jamur Shiitake dipengaruhi oleh faktor kadar air, sedangkan kadar glukosamin dipengaruhi baik oleh faktor kadar air maupun jenis kayu yang digunakan untuk media. Pertumbuhan miselia jamur Shiitake terbaik adalah pada media yang terbuat dari kayu gamal dengan kadar air 70%. Terdapat korelasi positif antara kadar ekstraktif etanol-toluen dari media dengan kecepatan pertumbuhan jamur Shiitake, serta korelasi negatif antara kadar hemiselulosa dari media dengan kecepatan pertumbuhan jamur Shiitake.

Cultivation of Shiitake mushroom (Lentinula edodes) in Indonesia has not been developed yet, due to its low productivity. It is happens because of the limited information of the good ways on cultivation Shiitake in Indonesia. One of the factors that affect the growth of mushroom is the media. In Indonesia, the informations about the media composition by using various species of wood have not been founded yet. Therefore, this research is conducted to find out the effect of using different wood species to the growth of Shiitake. This study uses four wood species from the leguminaceae family, those were: Gamal (Glicidia sepium); Johar (Samanea saman); Leucaena (Leucaena leucocephala); and Sengon (Falcataria moluccana). Those were used as the media by adding 12,5% (w/w) of rice bran and 6% (w/w) of CaCO3, and adjusting the moisture content by adding the distillate water with aquades to 65, 70, and 75%. Then, the media was put in to the petridisk (�¸ 90 mm) and inoculated with shiitake mushroom. During the mycelia growth, the length of mycelia was measured avery 2 days until fifty days and then it was analized the glucosamine content. In addition, chemical analysis is also conducted to each medias. The result showed that different wood species resulted different chemical content of media, except the acid soluble lignin content. The growth rate of mycelia was affected by the moisture content of media, meanwhile the glucosamin content is influenced by the moisture content and various species of wood. The best combination to cultivate the shiitake mushroom was by using media made of gamal with 70% moisture content. There were positive correlation among the ethanol-toluen extracts content and the mycelia growth, however there was negative correlation among the hemicelullose content the mycelia growth

Kata Kunci : Jamur Shiitake; Leguminaceae; pertumbuhan miselia; kadar air; kimia media.

  1. S1-2015-296779-bibliography.pdf