Laporkan Masalah

KOMIK MEREBUT KOTA PERJUANGAN SEBAGAI INSTRUMEN POLITIK PENCITRAAN SOEHARTO

ALDINO WIDYARTAPUTRA, Longgina Novadona Bayo, S.I.P., M.A.

2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Pencitraan Soeharto pada masa pemerintahan orde baru dilakukan mellaui banyak cara, salah satunya adalah melalui komik. Salah satu komik yang digunakan oleh Soeharto untuk pencitraannya pada pemerintahan orde baru adalah komik yang berjudul Merebut Kota Perjuangan. Rumusan maalah dalam penilitian ini adalah :bagaimana sosok Soeharto dicitrakan dalam komik Merebut Kota Perjuangan di era Orde Baru?. Dalam komik tersebut Soeharto dicitrakan sebagai Komandan Ahli Strategi Perang, sebagai komandan pemberani, serta sebagai komandan yang bijaksana dalam kehidupan pribadinya. Dalam penelitian ini menggunakan Teori Van Dijk yang menjelaskan bahwa analisi wacana (Discourse Analysis) merupakan proses analisis terhadap bahasa dan penggunaan bahasa dengan tujuan memperoleh deskripsi yang lebih eksplisit dan sistematis mengai apa yang disampaikan. Sedangkan untuk logika berfikirnya menggunakan Historiografi. Historiografi ini adalah rekonstruksi yang imajinatif dari masa lampau berdasarkan data yang diperoleh dengan menempuh proses menguji dan menganalisis secara kritis semua rekaman dan peninggalan masa lampau yang diperoleh melalui proses tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa komik Merebut Kota Perjuangan jelas-jelas digunakan oleh Soeharto untuk mencitrakan dirinya sebagai seorang pahlawan. Pencitraan tersebut ditunjukan dalam berbagai potongan adegan di dalam komik dan juga dialog di komik tersebut. Selain itu digambarkan juga bahwa tokoh Soeharto adalah kunci dalam membuta rencana Serangan Umum 1 Maret, bahkan tokoh Soeharto adalah tokoh utama yang menjadikan Serangan Umum berhasil dilancarkan oleh para pejuang. Porsi tokoh Soeharto dalam beberapa potongan adegan mengalahkan tokoh-tokoh lain yang sebenarnya memiliki peran penting dalam kejadian sebenarnya. Oleh karena itu dapatlah dijelaskan bahwa banyak sekali cara yang dilakukan oleh Soeharto guna memperkokoh kuasanya pada masa orde baru. Salah satunya adalah dengan media pencitraan dalam cerita komik. Komik dipilih Soeharto karena isi komik yang mudah dibaca dan populer masa itu yang menjadikan Soeharto mudah menyisipkan pesan dan kesan bahwa dirinya adalah sosok pahlawan bagi rakyat Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fokus cerita dalam komik Merebut Kota Perjuangan hanyalah menceritakan Soeharto sebagai tokoh utama dengan porsi yang jauh lebih banyak kemunculannya di banding tokoh-tokoh lain. Di samping itu, komik ini sengaja dibuat dan disebarkan secara masal ke berbagai tempat untuk membentuk opini publik tentang sosok Soeharto yang heroik, khususnya di kalangan pelajar karena hampir semua perpustakaan SD, SMP, SMA, serta perpustakaan umum memiliki koleksi komik ini.

Branding Soeharto during his reign of the new order was done through many ways, one of his branding is through comics. One of the comics that Soeharto used to brand his figure is a comic titled Merebut Kota Perjuangan. The question in this research is: How Soeharto figure branded in comic Merebut Kota Perjuangan in the New Order of his era? In the comic Soeharto imaged as smart, brave and wise commander. In this research, the writer use the theory of Van Dijk that explains about discourse analysis. This analysis is to process the language and the use of language to obtain and show a more explicit description and systematic about the comic and Soeharto branding. As for the logic of thinking, the writer use the Historiography. This method is to reconstruct the past event through data and critically test that will build the exact event in the past. The results showed that the comic Merebut Kota Perjuagan clearly used by Suharto to portray himself as a hero. The Branding is shown in various scenes in the comic and also in the comic dialogue. Soeharto also was the key figure that made the plan in Serangan Umum 1 Maret. He also the main character that makes the attack result succeed. Soeharto as the main character in the comic is not very important, because there is also many character that have more role and more important than him. That is why this comic can be explained as Soeharto branding politic to public. The branding politics by Soeharto through comic is very effective, because comics is very popular and easy to read. So, Soeharto can easy to insert the message and to convince people in Indonesia, that he is the big hero through comic Merebut Kota Perjuangan. The conclusion of this research is that in comic Merebut Kota Perjuangan, the character of Soeharto is more important than other character. And Soeharto looks like a big hero to people of Indonesia. Also, the distribution of this comic is massive to various places in Indonesia. This is the way, to make public opinion to Soeharto that he is a big hero. The distribution of comic Merebut Kota Perjuangan cover almost all libraries in elementary, junior high, high school, and also in public library.

Kata Kunci : Politik pencitraan, Komik, Soeharto