EVALUASI PENGGUNAAN INFUS ALBUMIN DI RSUD DR M YUNUS BENGKULU
SETIYATI JATININGSIH, dr. I Dewa Putu Pramanta S., Sp.PD., K-Ger.
2015 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiAlbumin sebagai koloid protein telah digunakan selama bertahun-tahun dalam pengelolaan pasien dengan beberapa indikasi seperti ascites dengan parasintesis, sindrome nefrotik, terapi tambahan dalam kasus resistensi diuretik, luka bakar, dan lain-lain. Albumin merupakan sediaan plasma ekspander yang paling mahal jika dibandingkan sediaan plasma ekspander lainnya. Hingga saat ini penggunaan albumin dalam beberapa kondisi masih kontroversial. Penelitian mengenai evaluasi infus albumin ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penggunaan albumin di RSUD dr M Yunus Bengkulu berupa apa saja indikasi penggunaan albumin, kesesuaian penggunaan albumin berdasarkan guideline yang ada, efektivitas dari pemberian albumin yang dinilai dari rata-rata kenaikan kadar serum albumin dalam darah, dan angka kejadian efek samping yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan rancangan studi cross sectional, pengumpulan data secara prospektif pada sejumlah 100 pasien, yaitu pasien rawat inap dewasa (>18 tahun) yang menerima terapi albumin selama periode Januari - Februari 2015. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif berupa persentase indikasi penggunaan albumin, persentase penggunaan albumin yang sesuai dengan guideline, rata-rata kenaikan serum albumin dan kajian kejadian efek samping. Karakteristik 100 subyek penelitian ( P= 44, L = 56) dengan rentang umur 18 – 60 tahun sebanyak 78% dan ≥ 60 tahun sebanyak 22%. Hasil penelitian menunjukan albumin digunakan pada pasien dengan indikasi pada kasus CLD sebesar 42%, pada kasus DM sebesar 23 %, kasus sindrom nefrotik sebesar 10%, dan 25% pada kasus lainnya. Persentase penggunaan albumin yang sesuai pedoman adalah 59% dan yang tidak sesuai pedoman adalah 41%. Pemberian albumin efektif meningkatkan kadar serum albumin pada keempat kelompok penyakit ( p < 0,05 ). Peningkatan kadar serum albumin pada pemberian 2 fls infus albumin 20% 100 ml sama dengan pemberian 3 fls infus albumin ( p > 0,05). Kejadian efek samping (adverse event) dialami oleh 2 pasien (2%) yaitu berupa sesak bertambah setelah pemberian infus albumin. Kata kunci : evaluasi penggunaan, albumin, rawat inap
Albumin as the colloidal protein has been used for many years in the management of patients with multiple indications such as ascites with parasintesis, nephrotic syndrome, additional therapy in the case of diuretic resistance, burns, and others. Albumin is the most expensive plasma expanders when compared to other plasma expanders. The use of albumin in some condition remains controversial. The research on the evaluation of albumin infusion is to evaluate the use of albumin in dr M Yunus Regional State Hospital Bengkulu, namely; any indication of the albumin usage, the appropriateness of the albumin usage based on the existing guidelines, the effectiveness of the albumin administration assessed from an average increase of the blood’s albumin serum levels, and the number of side effects incidence occurred. The research was conducted with a cross-sectional study design, data collection prospectively, inpatients adult (> 18 years) who received albumin therapy during the period of January-February 2015. The data obtained were analyzed descriptively as; the percentage indication of albumin usage, the percentage of albumin usage in accordance with the guidelines, the average increase of albumin serum and study the incidence of side effects The characteristics of 100 subjects are (Female: 44, Male: 56) with the age range between 18-60 years old 78% and ?? 60 years 22%. The indications of 20%, 100 ml albumin administration are in the CLD case 42%, in the DM case 23%, the nephrotic syndrome case 10%, and in other cases 25%. Albumin infusion of 20% of 100 ml is effective for the four disease groups that received albumin infusion (p < 0,05). Infusion of albumin 20% of 100 ml as many as 2 plabot compared with 3 plabot does not differ significantly in increasing the albumin serum (p > 0,05). The side effects incidences are experienced in two patients (2%) in the form of asphyxiate after albumin infusion. Keywords: usage evaluation, albumin, inpatient
Kata Kunci : usage evaluation, albumin, inpatient; evaluasi penggunaan, albumin, rawat inap