Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARATINGKAT ASUPAN ENERGI, PROTEIN, DAN KETERSEDIAAN PANGAN DENGAN RISIKO KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL

YANUARTI PETRIKA, Prof. dr. Hamam Hadi, MS.,ScD

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi pada ibu hamil. Penyebab KEK adalah konsumsi makan yang tidak cukup mengandung energi dan protein serta ketersediaan pangan keluarga yang kurang. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan antara tingkat asupan energi, tingkat asupan protein dan ketersediaan pangan dengan risiko KEK pada ibu hamil. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul pada bulan Maret sampai Mei 2014. Populasinya adalah seluruh ibu hamil dengan metode total sampling dan didapatkan 201 orang. Variabel bebasnya yaitu tingkat asupan energi, protein dan ketersediaan pangan sedangkan variabel terikatnya adalah risiko KEK pada ibu hamil. Data diambil dengan melakukan wawancara langsung menggunakan software kuesioner Commcare dan pengukuran LILA dengan pita LILA. Data di analisis dengan analisis univariabel (deskriptif), bivariabel (chi square), dan multivariabel (regresi logistik berganda). Hasil Penelitian: Analisis bivariabel menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat asupan energi (OR=3; 95%CI=1,3-6,8) dan ketersediaan pangan (OR=2,9; 95%CI 1,1-7,1) dengan risiko KEK pada ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat asupan protein dengan risiko KEK (OR=2,1; 95%CI=0,9-5,1). Pada analisis multivariabel, tingkat asupan energi memiliki hubungan paling kuat dengan risiko KEK dibandingkan dengan variabel lainnya. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat asupan energi dan ketersediaan pangan dengan risiko KEK pada ibu hamil. Namun tidak terdapat hubungan antara tingkat asupan protein dengan risiko KEK pada ibu hamil.

Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is one of nutritional problem in pregnant women. The CED cause is inadequate consumption of food containing protein and energy, and low household food availability. Objective : to determine the relationship between the level of energy intake, protein and the availability of food with the risk of CED in pregnant women . Methods: Observational study with cross-sectional designThis study was conductedin the districtof BantulregencySedayuMarch toMay 2014. Study population was all pregnant women in Sedayu District with total sampling methods and obtained 201 people. Independent variableis the level ofenergyintake, proteinand food availability while the dependent variableisthe riskof CEDin pregnant women. Data was collected by direct interview with questionnaire software Commcare and direct measurement of Mid Upper Arm Circumference (MUAC) with MUAC tape. Data was analyzed by using univariable analysis (descriptive), bivariable (chi-square), and multivariable (multiple logistic regression). Results: Bivariable analysis showed that there is a significant relationship between level of energy intake (OR=3; 95%CI=1.3-6,8) and food availability (OR=2,9; 95%CI 1,1-7,1) with the risk of CED in pregnant women. However, no significant relationship between level of protein intake with the risk of CED (OR=2,1; 95%CI=0.9-5,1). In multivariable analysis, level of energy intake had the strongest association with the risk of CED compared with other variables . Conclusion: there was a relationship between level of energy intake and food availability with risk of CED in pregnant women. However, there was no relationship between level of protein intake with risk of CED in pregnant women.

Kata Kunci : Kekurangan energi pada ibu hamil, asupan energi, asupan protein, ketersediaan pangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.