Laporkan Masalah

Analisa Pola Curah Hujan Wilayah Dan Neraca Air Di Wilayah Kabupaten Boyolali - Jawa Tengah Berbasis Geographic Information System (GIS) Dan CROPWAT

DANANG AGUNG R, Ir. Sukirno, MS ; Bayu Dwi Apri Nugroho, STP., M.Agr., Ph.D

2014 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIAN

Indonesia merupakan wilayah beriklim tropik basah dengan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga curah hujan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi iklim di Indonesia. Curah hujan juga dipengaruhi oleh letak geografis dan kondisi topografi dari sutau wilayah. Kabupaten Boyolali merupakan daerah yang memiliki daerah pegunungan dan daerah dataran sehingga sangat cocok sebagai lokasi penelitian mengenai pola curah hujan wilayah. Metode analisa dalam penelitian ini berbasis Geographic Information System (GIS) dan CROPWAT. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi hujan Kabupaten Boyolali masih tergolong kedalam kondisi yang normal dengan pola hujan munson. Pola hujan Kabupaten Boyolali dipengaruhi oleh kondisi geografis dan kondisi anomali iklim. Berdasarkan hasil analisa neraca air, Kabupaten Boyolali mengalami surplus dan defisit air setiap tahunnya. Neraca air dipengaruhi oleh suhu maksimum dan suhu minimum, RH, kecepatan angin, lama penyinaran, curah hujan, dan nilai Kc tanaman.

Indonesia is a tropical wet climate areas with high rainfall, so that precipitation has a huge influence on climatic conditions in Indonesia. The rainfall also affected by geographical and topographical conditions of an area. Boyolali Regency is an area which has mountainous terrain and the terrain so well suited as a location for research on rainfall patterns of the area. The method of analysis in this study based on Geographic Information Systems (GIS) and CROPWAT. The results obtained from this research indicate that the distribution of rain in Boyolali Regency still belongs to a normal condition with wetter monsoon rainfall patterns. Rain patterns in Boyolali district affected by the geographical condition and the condition of climate anomalies. Based on the results of the analysis of water balance, Boyolali County experienced a surplus and a deficit of water each year. The water balance is affected by maximum and minimum temperature, RH, wind speed, long shines, precipitation, and the value of Kc plant.

Kata Kunci : Boyolali, Pola Hujan, Iklim, Neraca Air, Pola Tanam.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.