THE OBSTACLES TO SUSTAINABILITY FOR A TRADITIONAL COMMUNITY: CASE STUDY OF KAMPUNG DUKUH TRADITIONAL COMMUNITY IN GARUT REGENCY INDONESIA
TUTUN TRI UTAMI, M. Sani Roychansyah, ST., M.Eng., D. Eng.
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKehidupan manusia berubah seiring dengan perubahan waktu dan kemajuan teknologi di dunia ini. Ketika teknologi lebih maju, kehidupan manusia cenderung menjadi lebih modern. Tetapi, tidak semua manusia di dunia ini mau berubah seiring dengan perubahan dunia. Ada komunitas-komunitas masyarakat yang memutuskan untuk tetap mempertahankan cara hidup mereka tetap sama sejak ratusan tahun yang lalu. Biasanya mereka adalah kelompok minoritas yang tinggal di tempat terpencil. Bagi masyarakat kebanyakan disekitar mereka, cara hidup mereka tersebut lama kelamaan terasa asing dan biasanya kemudian mereka disebut sebagai masyarakat traditional. Masyarakat traditional Kampung Dukuh adalah salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa cara hidup mereka, untuk mencari tahu nilai-nilai yang bermanfaat dari ketradisionalan mereka dan masalah-masalah yang mereka hadapi. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa mereka sangat bagus dalam menjaga kelestarian lingkungan mereka. Hutan mereka sebagai daerah aliran sungai (DAS) yang dilindungi menyediakan air bukan hanya untuk mereka tapi juga untuk Kecamatan Cikelet, kecamatan dimana mereka berada. Hutan tersebut juga menyediakan udara bersih bagi mereka. Peraturan tradisional yang mereka terapkan menjadikan mereka secara sosial hidup setara satu sama lain. Tetapi mereka sekarang terancam tidak berkelanjutan karena populasi mereka semakin sedikit dan menua. Kondisi ekonomi mereka yang kurang baik dan kurang bisa diharapkan untuk masa depan yang lebih baik bisa jadi merupakan alasan utama generasi muda dari Kampung Dukuh memilih untuk pindah keluar dari Kampung Dukuh. Selain terancam tidak akan terus ada, masyarakat traditional Kampung Dukuh juga terancam kehilangan hak mereka atas hutan mereka karena secara hukum mereka tidak memiliki dokumen yang menyatakan kepemilikan atas hutan tersebut. Kata kunci: Masyarakat Traditional, Sustainability, Lingkungan, Hutan
Human life is changing along with the change of time and technology in the world. When technology advances more, human life tends to be more modern. However, not all people in the world are willing to change alongside with world changes. There are communities who decide to keep their way of life do not change since hundred years ago. Usually they are minority community who live in remote area. For the majority of the community around them, their way of life gradually become an â€unfamiliar†thing and usually then they are called a traditional community. Kampung Dukuh Traditional Community is one of these traditional communities. This research aims to analyses their way of life, to find out the beneficial values of their traditionality and problems that they faced. The findings of this research show that they are really good in protecting their environment. Their forest as a protected watershed provides water not only for them but also for Cikelet District, a district where they belong administratively. That forest also provides clean air for them. Their traditional rules make sure that they live socially equal lifes. However, they are now threatened to be unsustainable because their population are shrinking and aging. Their unsustainable economy might be the main reason for most of the younger generations of this community to move out. They are also threatened to lose their right of their forest because they do not have legal ownership of this forest. Keywords: Traditional Community, Sustainability, Environment, Forest
Kata Kunci : Masyarakat Traditional, Sustainability, Lingkungan, Hutan; Traditional Community, Sustainability, Environment, Forest