Laporkan Masalah

NILAI TAMAN WONOSARI DALAM PERSPEKTIF PENGUNJUNG

CAHYO PUTRA PANGESTU, Prof. Ir. Sudaryono M.Eng., Ph.D

2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Salah satu fungsi dari dibuatnya ruang terbuka publik adalah sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas lingkungan hijau perkotaan, penambah nilai estetika serta kualitas hidup masyarakat. Sebagai salah-satu upaya dan komitmen pemerintah Kota Prabumulih dalam menerapkan pembangunan berwawasan lingkungan maka difokuskanlah pada penambahan jumlah ruang terbuka kota. Upaya ini terlihat dari dibangunnya Taman Wonosari pada tahun 2013 pengganti Lapangan Cross yang terbengkalai. Perubahan fisik yang terjadi dan juga perubahan segi pemanfaatan lahan yang terbengkalai menjadi ruang rekreasi dan hijau di Kawasan Wonosari menjadi perhatian khusus dalam penelitian ini. Kajian mengenai Value taman menjadi fokus termasuk ikut melibatkan pandangan pengunjung sebagai strategi untuk memunculkan hal yang dianggap menarik di dalam ruang terbuka publik atau taman. Dalam studi ini diambil pendekatan Induktif kualitatif fenomenologi, yang mengambil objek penelitian yakni pengunjung dan lokasi penelitian di Taman Wonosari. Pada unit analisis, penelitian ini berusaha mencari informasi berdasarkan wawancara terhadap pengunjung, yang menghasilkan beberapa nilai dari perspektif pengunjung. Hasil penelitian ini mengangkat perspektif pengunjung dalam memahami ruang serta keterkaitannya dengan kawasan sekitar Taman Wonosari. Pengunjung menilai bahwa Taman Wonosari: 1) kembali menjadi konsentrasi kegiatan kawasan. 2) Genius Loci salah satu hal yang belum ada di taman dan 3) kurang menariknya visual Taman Wonosari saat ini. Dari nilai yang muncul ini diharapkan dapat menjadi masukan serta arahan sekaligus kritik bagi pemerintah dalam membangun ruang terbuka publik dimasa mendatang yang harus lebih memperhatikan karakteristik lokal kawasan.

Some of the contruction of public open space functions are an effort to improve the green environmental quality of the city, to enhance the esthetic value and the life quality of the citizen. There are some additions in the urban open space which is one of the Prabumulih government's efforts and commitments on having environmental-based development. This effort is seen on how the Wonosari Park was built in 2013 to replace the abandoned Lapangan Cross. This research focuses on the physical changes that happened and the use of the abandoned space which has become the recreation and green zone in Wonosari Area. The focus is on value of the park which includes the visitor's perspectives as the strategy to bring out the interesting aspects on parks or the public open space. In this study taken Inductive qualitative phenomenological approach, which takes, visitors as the research object and research sites in the Wonosari Park. In the unit of analysis, this study tried to find information based on interviews with visitors. Which produces some value from the perspective of visitors. The results of this research appoint the visitor's perspectives on understanding the space and its relations with the surroundings of Wonosari Park. The visitors evaluate that Wonosari Park: 1) has become the concentration of the area's activities, 2) has not used Genius Loci, and 3) has the unattractive visual at the present. These values are expected to be taken as suggestions, guidance, and criticisms for the government on developing the better public open space which noticing the local characteristic of the area in future.

Kata Kunci : Nilai Taman, Ruang Terbuka Publik, Perspektif Pengunjung,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.