Implementasi Doktrin Koizumi dalam Politik Luar Negeri Jepang ASEAN 2002 sampai 2006
AGUSTINA DWI PUSPITASARI, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalDalam studi Ilmu Hubungan Internasional, negara merupakan aktor utama di dalamnya. Adanya hubungan internasional yang terjalin dapat membantu suatu negara dalam memenuhi kepentingan nasional salah satunya adalah ekonomi. Aspek ekonomi adalah aspek yang sangat krusial dan berbagai negara berusaha untuk memenuhi kebutuhannya tersebut melalui politik luar negeri sebagai dasarnya. Salah satu contohnya melalui kerjasama, sehingga kerjasama timbul menjadi salah satu agenda terpenting. Kerjasama tumbuh bukan menjadi opsi bagi negara namun berkembang menjadi kebutuhan utama negara dimana kerjasama menjanjikan sesuatu dan memiliki imbas yang positif. Begitupula dalam kaitannya dengan Jepang, adanya kebutuhan Jepang akan hal tersebut mendorong Junichiro Koizumi, Perdana Menteri Jepang tahun 2002 sampai 2006 untuk membuat suatu kebijakan yang mengacu pada kerjasama dengan pihak lain, bentuk regionalisasi. Junichiro Koizumi membuat suatu langkah nyata dalam kerjasamanya dengan ASEAN dengan membuat statement untuk menegaskan pentingnya ASEAN dan keseriusan Jepang dalam bentuk kerjasama yang lebih komprehensif. Statement tersebut, dalam perkembangannya lebih dikenal dengan Doktrin Koizumi. Doktrin Koizumi memberikan suatu bentuk kerjasama yang tidak hanya berfokus pada ekonomi melainkan sosial, politi, budaya dan pendidikan dengan mengusung slogan Acting Together, Advancing Together yang di implementasikan dalam tiga pilar kebijakan yaitu undertaking reforms and increasing prosperity, strenghtening cooperation for the sake of stability dan cooperation related to the future under cooperation related to the future
In the study of International Relations, State is the main actor in it. International relationship that exists to help a country meet the national interests, which is economic. The economic aspect is very crucial aspect and various countries strive to meet these needs through its foreign policy as the basis. One example through cooperation. The cooperation arise to be one of the most important agenda. Cooperation grown not be an option for developing countries but a major requirement states where cooperation promises something and have a positive impact. Similarly in relation to Japan, Japan Prime Minister , Junichiro Koizumi 2002 until 2006 create a policy that refers to cooperation with other actor, ASEAN. Junichiro Koizumi made a significant step in its cooperation with ASEAN to make statement to emphasize the importance and seriousness of the Japan ASEAN cooperation in a comprehensive form. The statement, as known as Koizumi Doctrine. Koizumi doctrine provides a form of cooperation that focuses not only on economic but social, politics, culture and education with the slogan Acting Together, Advancing Together is implemented in the three pillars of the undertaking policy reforms and increasing prosperity, strenghtening cooperation for the sake of stability and cooperation related to the future under cooperation related to the future .
Kata Kunci : Jepang, Koizumi, ASEAN