REPRESENTASI IDENTITAS PEREMPUAN DALAM MEDIA (STUDI SEMIOTIK REPRESENTASI IDENTITAS PEREMPUAN DALAM MAJALAH COSMOPOLITAN INDONESIA RUBRIK FUN FEARLESS FEMALE TAHUN 2013)
WILDANATUN MUKHOLLADAH, Dian Arymami S.IP, M.Hum
2014 | Skripsi | Ilmu KomunikasiKetika seorang anak lahir, penentuan seks mereka cepat ditentukan oleh alat kelamin dari fisik mereka. Seks adalah penentuan identitas biologis yang tersusun dalam teka-teki dari suatu individu. Ketika seorang anak tumbuh, didasarkan pada penentuan jenis kelamin, seorang anak akan mengambil identitas sosial yang akan mengatur apa yang mereka kenakan, bagaimana mereka bertindak, bagaimana mereka berbicara dan bagaimana perasaan mereka tentang diri mereka sendiri dalam konteks masyarakat mereka. Identitas perempuan yang berbeda sesuai dengan masing-masing budaya dan adat istiadat dimana perempuan tersebut tumbuh dan berkembang, tetapi banyak budaya didasarkan pada sebuah kebudayaan patriarki di mana laki-laki memiliki kekuasaan lebih dari perempuan. Konstruksi media gender yang menggambarkan stereotip yang jelas dari pria dan wanita. Perempuan digambarkan di media sebagai obyek seksual: kurus, berpayudara besar, sopan dan sempurna. Menjadi hal yang tidak umum bagi wanita untuk bekerja di luar rumah dan sebagian besar menjadi sasaran menjadi ibu rumah tangga sementara suami mereka mendapatkan semua uang. Alih-alih mendukung perempuan sebagai ibu rumah tangga yang baik, beberapa media menyatakan diri sebagai mitra bagi perempuan yang berorientasi publik. Mereka terus mengejar perempuan berubah dari makhluk domestik menjadi publik. Jadi, sangat menarik untuk mengetahui makna di balik setiap representasi media berikan kepada perempuan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana media merepresentasikan identitas perempuan dan citra belakangnya. Setiap media yang memiliki standar mereka sendiri untuk mewakili setiap gambar. Cosmopolitan Indonesia sebagai majalah nomor satu terlaris di dunia dan majalah franchise paling populer di Indonesia memiliki standar mereka sendiri untuk mewakili identitas perempuan. Namun, beberapa makna di balik representasi mereka tidak selalu baik.
When a child is born, the determination of their sex is quickly determined by their physical genitalia. Sex is a biological determination of which anatomical piece of the reproductive puzzle a given individual is. As they grow, based on that determination of sex, the child will take on a societal identity which will govern what they wear, how they act, how they speak and how they feel about themselves in the context of their society. The female identity is different according to each culture and their customs, but many cultures are based on a patriarchal past where men wield more power than women. Media constructions of gender that portray clear stereotypes of men and women. Women are portrayed in the media as sexual objects: thin, large breasted, demure and flawless. It was not common for women to work outside of the home and most were subjected to being housewives while their husbands earned all of the money. Instead of supporting women as a good housewifes, some media declare themselves as a partner for public oriented women. They keep pursuing women to change from a domestical creatures to be a public. So, it is interesting to know the meaning behind every representation that media gave to women. This research shows how media represent the women identity and the imagery behind it. Every media has their own standard to represent every image. Cosmopolitan Indonesia as the number one selling magazine in the world and the most popular franchise magazine in Indonesia has their own standard to represent the women identity. However, some meaning behind their representation is not always have a good.
Kata Kunci : identity, imagery, women, magazine, Cosmopolitan Indonesia