KONTROL PARASIT MENGGUNAKAN HIJAUAN SEBAGAI AGEN ANTHELMINTIK PADA KAMBING BLIGON BETINA
WAHYU SETYONO, Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA
2014 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanKambing merupakan ternak ruminansia yang sangat penting bagi petani ternak karena ternak ini umumnya berfungsi sebagai tabungan. Salah satu kendala yang mengganggu usaha peternakan ini adalah infeksi parasit saluran pencernaan. Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit ini berupa terhambatnya pertumbuhan dan sering menimbulkan kematian terutama pada ternak muda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi nutrisi dan efektivitas berbagai hijauan pakan ternak yang mengandung tanin sebagai antiparasit dalam mendukung kinerja ternak kambing Bligon betina. Dua puluh ekor kambing Bligon betina dibagi secara acak menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok Kontrol (K) dengan pakan 100 % BK rumput raja, T1 merupakan ransum berupa 50% BK rumput raja dan 50% BK Gliricidia sepium, T2 merupakan ransum berupa 50% BK rumput raja dan 50% BK Calliandra calothyrsus, serta T3 merupakan ransum berupa 50% BK rumput raja dan 50% BK Artocarpus heterophyllus. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 5% bahan kering dari bobot badan. Hasil penelitian tahap I yaitu secara in vitro pada cacing Haemanchus contortus dewasa, pada konsentrasi yang meningkat, jumlah cacing yang mati nyata semakin banyak (P<0,05). Mortalitas cacing pada daun nangka 50% adalah tertinggi. Hasil penelitian tahap II atau secara in vivo menunjukkan bahwa suplementasi hijauan yang mengandung tanin dapat meningkatkan konsumsi BK, BO, PK, SK, LK, TDN dan meningkatkan kecernaan BK, BO dan PK. Ternak yang mendapat suplementasi hijauan yang mengandung tanin memiliki bobot badan harian lebih tinggi 19,04, 22,85,dan 29,52 g/hari berturut-turut untuk T1, T2 dan T3 apabila dibandingkan dengan kontrol. Konversi pakan perlakuan secara berturut-turut K(14,77), T1(13,81), T2(14,94), dan T3(15,95).Efek anti koksidia yang diharapkan dari suplementasi hijauan yang mengandung tanin ditunjukkan dengan adanya penurunan jumlah oosista koksidia dalam feses kambing yaitu 4203 pada K, 2183 pada T1, 954 pada T2 dan 697 pada T3 butir per gram feses. Penurunan paling optimal jumlah oosista koksidia dalam feses kambing terjadi pada T3 yaitu suplementasi Artocarpus heterophyllus (daun nangka).
Goats are very important for livestock farmers as a savings. One of the obstacles that interfere the breeding business is a parasitic infection on gastrointestinal tract. This disease caused obstruction of growth and often lead to death, especially in young animals. This study was conducted to determine the potential nutrition and effectiveness of various forages containing tannin as antiparasitic in supporting performance female Bligon goats. Twenty female Bligon goats were randomly divided into four treatment groups. Control group (K) was offered only grass, T1 was offered a mixture of 50% grass and 50% Gliricidia sepium (DM basis), T2 was offered a mixture of 50% grass and 50% Calliandra calothyrsus (DM basis), and T3 was offered a mixture of 50% grass and 50% Artocarpus heterophyllus (DM basis). The amount of feed dry matter as much as 5% from the body weight. The results of in vitro studies on adult Haemanchus contortus worms showed that the increased of concentration forages had significant effect (P<0.05) on increased of the number of dead worms. The highest worm mortality was occurred at supplementation with 50% Artocarpus heterophyllus (T3). The results of in vivo studies showed that supplementation with forages containing tannin could increased the intakes of dry matter (DM), organic matter (OM), crude protein (CP), crude fiber (CF), ether extract (EE), total digestible nutrient (TDN) and digestibility of DM, OM and CP. Goats which received supplementation with forages containing tannins had a higher daily weight than controls (T1 = 19,04 g/day; T2 = 22,85 g/day and T3 = 29,52 g/day). Feed conversion treatment for K, T1, T2 and T3 were 14.77, 13.81, 14.94 and 15,95, respectively. Decreased in the number of Coccidia oocyst in goat faeces were indicated the effects of anti coccidian (K = 4.203, T1 = 2.183, T2 = 954 and T3 = 697 eggs/gram of feces). The optimal decreased of Coccidia oocyst in goat faeces was occurred at supplementation with Artocarpus heterophyllus.
Kata Kunci : Kambing Bligon, Hijauan, Suplementasi, Antiparasit