JEJARING INFORMASI GARAGE SALE DI KALANGANKAUM MUDA YOGYAKARTA
DWITIYA DRAJATI KUSUMAWIJARENI, Derajat S. Widhyharto, M.Si.
2014 | Skripsi | SosiologiGarage Sale merupakan salah satu usaha fashion yang sedang menjamur dikalangan kaum muda Yogyakarta pada saat ini. Garage sale menjadi alternatife berbelanja dan menjadi incaran belanja dikalangan anak muda Yogyakarta. Informasi mengenai event dan produk garage sale dilakukan secara maksimal melalui berbagai media, sehingga informasi mengenai garage sale dapat dengan mudah dan cepat di dapatkan Garage sale yang awalnya hanya di garasi rumah dapat di organisir dan bisa berkembang menjadi bisnis garage sale yang bertempat di kafe dan gedung-gedung besar di Yogyakarta. Garage sale juga diorganisir dengan lebih baik, sehingga setiap ada event garage sale, entah di tempatkan di kafe, gedung ataupun garasi rumah selalu ramai pengunjung dan produk-produknya pun laris dipasaran. Garage sale yang semakin berkembang di kalangan kaum muda Yogyakarta ini tidak lepas dari jejaring informasi didalamnya untuk menginformasikan dan menarik minat kaum muda di setiap event Garage Sale. Pelaku usaha garage sale sebagai subjek dalam penelitian ini berhasil membentuk jejaring informasi untuk mengembangkan bisnisnya. Kajian pola jejaring informasi yang terbentuk dalam garage sale dan para pihak yang terlibat menjadi pertanyaan yang dijawab dalam penelitian ini. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan kerangka teori masyarakat jejaring dari Manuell Castell. Salah satu perkembangan ekonomi dunia tak lepas dari peranan perkembangan jejaring informasi saat ini. Semua organisasi dan perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi kini tidak akan dapat tumbuh tanpa adanya pembentukan jejaring informasi. Kerangka teori yang kedua adalah Youth Culture oleh Dick Hebdige. Youth culture atau kebudayaan anak muda adalah semua hal yang menjadi kebiasaan, gaya hidup, perilaku dan pemikiran yang dilakukan oleh remaja atau kaum muda. Dalam mengembangkan bisnisnya, pelaku usaha membentuk jejaring informasi yang terdiri dari teman yang hanya sekedar diberikan informasi mengenai garage sale (jejaring konsumen) dan teman yang merupakan partner bisnis, seperti komunitas, penyuplai barang, perusahaan, EO (jejaring bisnis). Mereka merupakan pihak-pihak yang memanfaatkan media sebagai sarana penjualan/penginformasian. Informasi garage sale dapat diterima dan diakses dengan mudah karena adanya budaya khas dari kaum muda, seperti nongkrong, belanja dan penggunaan teknologi berbasis internet yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan jejaringnya. Media online dan offline merupakan media yang paling sering digunakan oleh pelaku usaha dan jejaringnya sebagai sarana/alat dalam menyebarkan informasi garage sale. Membeli barang bekas yang awalnya dianggap tabu, kini muncul ke ruang publik menjadi aktivitas yang populer khususnya bagi kaum muda. Adanya jaringan yang terjalin antara satu dengan yang lainnya membuat masyarakat mudah untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, sehingga informasi mengenai produk dan acara garage sale pun dapat diketahui dan diakses dengan mudah. Penelitian ini menguak kenyataan bahwa jejaring informasi berpengaruh besar terhadap berkembangnya bisnis garage sale dan jejaring informasi mampu menggerakkan minat kaum muda untuk mengkonsumsi produk garage sale.
Garage Sale is one of the booming busines of fashion among the young people of Yogyakarta at this time. Garage sale shopping into alternatives and became the target of spending among young people of Yogyakarta. Information on events and product garage sale done optimally through a variety of media, so information on the garage sale can be easily and quickly get. Garage sale that was originally only in the garage’s house can organized and could develop into a busines garage sale was held at the cafe and large buildings in Yogyakarta. Garage sale also better organized, so every garage sale event, whether placed in the cafe, garage building or home is always crowded and its products are also sold in the market. Garage sale growing among young people of Yogyakarta is not out of network information there in to inform and attract the interest of young people in each event Garage Sale. Garage sale business actors as subjects in this study managed to establish a network of information to develop its business. Qualitative methods used in this study with a descriptive analysis approach. This study uses the theoretical framework of Manuell Castell networking community. One of the world's economic development can not be separated from the role of the development of networks of information at this time. All organizations and companies engaged in the economy now will not be able to grow without the formation of networks of information. The second theoretical framework is Youth Culture by Dick Hebdige. Youth culture or youth culture are all things that become habits, lifestyle, behavior and thinking are done by teenagers or young people. In developing business, entrepreneurs establish information networks composed of friends who simply given information about the garage sale (consumer networking) and friends who are business partners, such as community, suppliers of goods, company, EO (business networking). They are those who use the media as a means of selling. Garage sale information is acceptable and easily accessible because of the distinctive culture of young people, such as hanging out, shopping and the use of Internet-based technologies are used by businesses and their networks. Online and offline media is media that is most often used by businesses and their networks as a means / tool in disseminating information garage sale. Buying used items that were originally considered to be taboo, now appears to be a public space is a popular activity, especially for young people. The existence of a network that exists between each other makes people easy to obtain the desired information, so that information about the product and garage sale events can be identified and accessed easily. This study reveals the fact that the networking information greatly affect business garage sale and development of information networks capable of moving the interest of young people to consume the product garage sale
Kata Kunci : Garage sale, Pelaku usaha, Jejaring informasi, Media, Budaya kaum muda