Laporkan Masalah

OPTIMASI SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK AMPAS KOPI ARABIKA

AYU DEWI SUSIANA, Drs. Bambang Purwono, M.Sc., Ph.D; Dr. Chairil Anwar

0000 | Skripsi | KIMIA

Telah dilakukan optimasi sintesis biodiesel dari minyak ampas kopi arabika. Ekstraksi minyak dari ampas kopi dilakukan dengan metode Soxhlet menggunakan petroleum eter sebagai pelarut. Selanjutnya minyak ampas kopi dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi antara minyak ampas kopi dan metanol dengan katalis NaOH. Transesterifikasi dilakukan pada suhu 65 °C selama 2,5 jam dengan variasi perbandingan mol minyak ampas kopi dan metanol serta variasi berat katalis. Dilakukan pula perbandingan kedua metode konversi antara reaksi satu tahap (transesterifikasi) dan reaksi dua tahap (esterifikasi-transesterifikasi). Biodiesel yang telah diperoleh dianalisis dengan GC-MS dan uji fisik berdasarkan ASTM. Kestabilan biodiesel dari minyak ampas kopi dibandingkan dengan biodiesel dari minyak sawit meliputi kandungan metil ester serta analisis bilangan peroksida. Hasil terbaik dalam sintesis biodiesel dari minyak ampas kopi adalah melalui satu tahap reaksi (transesterifikasi) dengan perbandingan mol minyak dan metanol 1:12 pada berat katalis NaOH 0,5% dengan persen hasil sebesar 92,40%. Hasil analisis GC-MS menunjukkan terdapat sembilan senyawa metil ester yang merupakan kandungan biodiesel minyak ampas kopi adalah metil oktanoat (5,06%), metil dekanoat (3,32%), metil laurat (27,67%), metil miristat (8,90%), metil palmitat (23,69%), metil linoleat (18,62%), metil elaidat (7,63%), metil stearat (4,16%) dan metil eikosanoat (0,95%). Biodiesel minyak ampas kopi memiliki kestabilan oksidasi lebih tinggi dengan kandungan metil ester jenuh yang lebih tinggi serta bilangan peroksida lebih rendah dibanding minyak sawit. Berdasarkan hasil analisis ASTM biodiesel minyak ampas kopi yang dihasilkan telah memenuhi standar sebagai bahan bakar mesin diesel.

The optimization of biodiesel synthesis from arabica’s coffee grounds oil has been investigated. Extraction of oil from grounds coffee was done by Soxhlet methods with petroleum eter as the solvent. Coffee grounds oil was converted into biodiesel by transesterification reaction between coffee oil and methanol with NaOH as the catalyst. Transesterification was perfomed at 65 °C for 2.5 hours with varied mole ratio of coffee grounds oil and methanol and also varied the weight of NaOH catalyst. Comparison of two methods of convertion between one step reaction (transesterification) and two steps reaction (esterificationtransesterification) has been carried out. Biodiesel was analyzed by GC-MS and physicly based on ASTM. Stability of biodiesel from coffee grounds oil was compared with biodiesel from palm oil including the component of methyl ester and peroxide number. The best result of yield biodiesel convertion from coffee grounds oil was obtained by one step reaction (transesterification) with mole ratio of coffee grounds oil and methanol 1:12 at 0.50%(w/w) NaOH catalyst in 92.40%. GC-MS analysis showed result that the components of biodiesel from coffee oil are methyl octanoat (5.06%), methyl decanoat (3.32%), methyl laurate (27.67%), methyl miristate (8.90%), methyl palmitate (23.69%), methyl linoleate (18.62%), methyl elaidate (7.63%), methyl stearate (4.16%) and methyl eicosanoate (0.95%). The oxidation stability of components of biodiesel from coffee grounds oil have higher saturated methyl ester and lower peroxide number compared biodiesel components from palm oil. Based on the ASTM data, biodiesel from coffee grounds oil was qualified as diesel fuel.

Kata Kunci : biodiesel, transesterifikasi, esterifikasi, NaOH, ekstraksi Soxhlet, minyak ampas kopi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.