KEKUATAN LATERAL SAMBUNGAN KAYU MAHONI DENGAN PASAK KAYU WALIKUKUN DAN PEREKAT POLYMER ISOCYANATE
khukuh franjaya, Ali Awaludin, ST.,M.Eng., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Teknik SipilPemanfaatan material kayu sebagai elemen struktur telah banyak dilakukan baik untuk keperluan bangunan gedung, rumah tinggal, jembatan dan lain-lain. Kekuatan suatu struktur itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kondisi sambungan selain dari material strukturnya. Ketersediaan alat sambung berbahan logam seperti besi dan baja dengan mudah dapat ditemui di pasaran. Tetapi alat sambung tersebut dihasilkan dari sumber alam yang non-renewable sehingga sebagai alternatif dapat digunakan bahan lain yang lebih ekonomis dan efisien, yaitu pasak kayu dan perekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter alat sambung pasak terhadap kekuatan sambungan kayu. Selain itu juga mengetahui perbandingan hasil pengujian sambungan kayu Mahoni dengan pasak kayu Walikukun terhadap analisis tahanan lateral teori EYM (European Yield Model) serta mengetahui mekanisme kegagalan dari tiga tipe sambungan kayu. Dalam penelitian ini, jenis kayu yang digunakan adalah kayu Walikukun sebagai pasak dengan kayu Mahoni sebagai kayu yang disambung. Kayu Walikukun sebagai pasak sambungan berukuran diameter 12 mm dan 16 mm dengan panjang 300 mm. Kayu Mahoni sebagai kayu yang disambung memiliki ketebalan 35 mm dan ketebalan 40 mm. Variasi perekat yang digunakan yaitu perekat (PI 120) dan (PI 3200). Pada sambungan kayu dengan pasak kayu diameter 12 mm, kekuatan tertinggi sebesar 25,52 kN, sedangkan kekuatan terendah sebesar 15,32 kN. Pada sambungan kayu dengan diameter pasak 16 mm memiliki kekuatan sambungan rerata 2,10 kN (9,34%) lebih besar dari kekuatan sambungan kayu diameter 12 mm. Perbandingan tahanan lateral sambungan kayu eksperimen dengan tahanan lateral sambungan kayu berdasarkan teori EYM sekitar ± 11,40%. Bentuk kegagalan sambungan kayu dengan pasak memperlihatkan adanya kerusakan pada alat sambung. Bentuk kegagalan sambungan kayu dengan perekat umumnya terjadi oleh adanya kerusakan geser dalam serat kayu. Bentuk kegagalan sambungan kayu dengan pasak dan perekat umumnya didahului dengan kerusakan geser alat sambung perekat daripada kerusakan alat sambung pasak. Dari serangkaian pengujian tahanan lateral sambungan kayu dengan gabungan pasak kayu dan perekat menghasilkan persamaan empirik untuk menghitung nilai tahanan lateral sambungan kayu dengan gabungan pasak kayu dan perekat yaitu Z = (τ x Ao) + (0,4xY) + 2,21. Pemanfaatan sambungan kayu dengan gabungan pasak kayu dan perekat dapat digunakan sebagai komponen struktur bangunan, seperti: struktur rangka truss, struktur rangka kuda-kuda. Kata kunci: sambungan, kayu, pasak kayu, perekat
Utilization of wood material as element of structure had been applied in many building, house, bridge application and any else. The strenght of structures themselves were be more influenced by connection configuration in addition to its material behaviour. Availability of connenctor were made in metal such as iron and steel can be able to find them in many market. Unfortunatelly, they were produced by non-renewable resources. Hence, another option need to be found for economic and efficency consideration such as wood dowel and adhesive. This research aims to find the effect of dowel diameter into strength of wood connection. In other hand this research investigated the comparation results of Mahoni’s and Walikukun’s dowel on to analysis of lateral resistance theory (European Yield Model, EYM) then to find out failure mechanism of three types of the wood connection systems. In this research, Walikukun were used in dowel in 12 mm and 16 mm diameter and 300 mm for its length. Mahoni were used in wood material were connected with 35 mm and 40 mm for its thickness. The adhessive material were used in this research are PI 120 and PI 3200. Wood connection system with dowel in 12 mm for its diameter has the highest strength is in 25,52 kN, and the lowest one is 15,32 kN. While in 16 mm diameter has a connection strength in average 2,10 kN (9,34%) larger then 12 mm diameter of dowel system. The comparation of lateral resistancy wood experimentally on EYM theory is about ± 11,40%. The mode of wood connection in dowel systems shows that any deterioration in the connector. While in the adhessive system connector shows that shear failure in the wood fibre. Generally, all failure mode of both connection systems were dominated proceeded by shear failured of adhessive than wood dowel systems failure. A many of lateral resistancy wood experimentally can be result a empirical comparison to calculated of lateral resistancy wood is Z = (τ x Ao) +(0,4xY)+2,21. The utilization wood connection with wood dowel system and adhessive connection combination can be applied in building structure component e.g: truss system. Key words: connection, wood, wood dowel, adhesive
Kata Kunci : sambungan, kayu, pasak kayu, perekat