Laporkan Masalah

ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN KOSONG DI JALAN RADEN INTAN BANDAR LAMPUNG MILIK KANWIL DITJEN PAJAK BENGKULU DAN LAMPUNG (Penentuan Alternatif Penggunaan Kompleks Ruko dan Minimarket)

Ery Kurniawan, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A.

2014 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian penggunaan tertinggi dan terbaik terhadap barang milik negara Idle berupa tanah di Jalan Raden Intan Bandar Lampung yang tercatat pada Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Bengkulu dan Lampung, dilakukan dengan cara analisis produktifitas properti dari aspek hukum dan peraturan dan aspek fisik dan lokasi menggunakan treshold testing dengan rating grid untuk memperoleh penggunaan tertinggi dan terbaik sementara (preliminary highest and best use) . Langkah berikutnya adalah analisis pasar yang meliputi analisis terhadap permintaan dan penawaran properti, yang dilanjutkan dengan analisis kelayakan keuangan untuk setiap alternatif penggunaan. Data yang dianalisis terdiri dari data primer dan data sekunder, meliputi data fisik (ukuran, bentuk tapak, topografi, utilitas dan lain-lain), hukum dan peraturan (peraturan bangunan, bukti kepemilikan), pasar (permintaan dan penawaran properti) dan keuangan (tingkat suku bunga, tingkat inflasi, tarif pajak, pertumbuhan ekonomi, dan umur ekonomis). Data primer diperoleh melalui observasi langsung, penyampaian kuesioner dan wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Pemerintah Kota Bandar Lampung, KPKNL Bandar Lampung, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung dan website terkait, Hasil analisis produktifitas properti menunjukkan dua usulan penggunaan lahan yang layak dan memungkinkan untuk tanah di Jalan Raden Intan yaitu penggunaan ruko dan minimarket. Selanjutnya hasil analisis pasar dan analisis keuangan yang meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP), Profitability Indeks (PI) dan Equivalent Annual Annuity (EAA) mengindikasikan bahwa penggunaan ruko pada tanah di Jalan Raden Intan lebih baik dibandingkan minimarket sehingga dapat disimpulkan bahwa alternatif penggunaan ruko merupakan yang paling optimal.

The research of highest and best use of the vacant land at Raden Intan street Bandar Lampung which owned by the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, conducted with property productivity analysis in legal and regulatory aspects, and also physical and location aspects, using threshold testing with a rating grid to obtain a preliminary highest and best use. The next step is the analysis of market which included analysis of demand and supply, continued with finance feasibility analysis for each usage proposal. The data to be analyzed consist of primary data and secondary data, include physical data (size, site, topography, utility, etc), laws and regulations data (building code,ownership), market (demand and supply of property), and finance (interest rate, inflation rate, tax rate, growth and economical life). Primary data were obtained through direct observation, questionnaire and structured interviews, secondary data was obtained from BPS Kota Bandar Lampung, local government’s institutions in Bandar Lampung, KPKNL Bandar Lampung, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung and related website. The result of the property productivity analysis was gained two competent and possible usage proposal that is the use of ruko and retail store. Based on the indicator of finance feasibility by Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP), Profitability Index (PI) and Equivalent Annual Annuity (EAA), the use of ruko to be better indicated comparing to retail store so that can be concluded that the alternative using of ruko represent the most optimal for the vacant land at Raden Intan street.

Kata Kunci : penggunaan tertinggi dan terbaik, barang milik negara idle, produktifitas properti, optimalisasi aset. .


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.