KONSENTRASI TRIIODOTIRONIN (T3) PADA CAIRAN FOLIKEL YANG DIISOLASI DARI FOLIKEL SAPI POTONG YANG BERASAL DARI RPH GIWANGAN YOGYAKARTA
MITHA DEWI RATNASARI, drh. Claude Mona Airin, MP.
2014 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANHormon T3 berefek pada setiap proses fisiologis tubuh, termasuk pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan reproduksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi T3 pada cairan folikel besar dan kecil ovarium dalam upaya mengetahui tingkat produktifitas sapi betina. Penelitian ini menggunakan sembilan folikel berukuran kecil dan sembilan folikel berukuran besar. Folikel diambil dari sapi yang telah disembelih di RPH Giwangan Yogyakarta kemudian dibersihkan. Cairan folikel diambil menggunakan spuit kemudian diletakkan pada mikrotube. Pemeriksaan dilakukan dengan metode ELISA commertial kit. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variant (ANOVA) satu arah. Hasil pengukuran konsentrasi rata-rata triiodotironin (T3) cairan folikel ukuran kurang dari 5 mm adalah 1,51 ± 0,339 ng/mL sedangkan pada folikel ukuran lebih besar dari 5 mm konsentrasi T3 lebih tinggi yaitu 2,34463 ± 0,463 ng/mL. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan konsentrasi triiodotironin (T3) yang signifikan (P<0,05) antara cairan folikel berukuran kecil dan besar. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin besar diameter ovarium sapi betina maka semakin tinggi konsentrasi hormon T3, hal ini menyebabkan meningkatnya konsentrasi hormon estrogen dan progesteron yang artinya produktivitas sapi betina baik. Kata kunci : sapi potong, cairan folikel, triiodotironin, ELISA
The T3 hormone have an effect on every body's physiological processes, including growth, development, metabolism, and reproduction. This study was conducted to determine concentration of T3 on large and small ovarian fluid follicles, which it can be assesment of productivity of cows. In this study used nine small follicles and nine large follicles. The follicles taken from cattle that have been slaughtered in the abattoir Giwangan Yogyakarta later cleared. Follicular fluid were taken using a syringe and then placed in a microtube. The examination performed by method ELISA kits commertial. Data were analyzed using one-way Analysis of Variant (ANOVA). The result this study, the average concentration of triiodothyronine (T3) follicular fluid from small and large follicle were 1,51 ± 0,339 ng/mL and 2,34463 ± 0,463 ng/mL respectially. Analysis statistical showed that are different significant (P<0,05) the concentration T3 of liquor folliculi small follicle and large follicle. The conclusion of this study is the bigger of ovary’s diameter, then concentration of triiodothyronine (T3) is higher, increasing of T3 hormone will increase the concentration of estrogen and progesteron which it means that cows has good productivity. Key words: beef cattle, follicular fluid, triiodothyronine, ELISA
Kata Kunci : sapi potong, cairan folikel, triiodotironin, ELISA