Laporkan Masalah

KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DITINJAU DARI PENERIMAAN DIRINYA

VICKRY YUDHISTIRA K., Dra. Aisah Indati, MS.

2014 | Skripsi | PSIKOLOGI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil Daerah Istimewa Yogyakarta. Variabel dalam penelitian ini adalah penerimaan diri dan kecemasan menghadapi masa pensiun. Subjek penelitian ini adalah para pegawai Direktorat Jendral Pajak yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berusia di atas 50 tahun yang berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan skala, yang terdiri dari skala penerimaan diri dan skala kecemasan menghadapi masa pensiun. Analisis yang digunakan adalah metode statistik tehnik Koefisien Korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif (rxy = - 0,587) antara penerimaan diri dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil Daerah Istimewa Yogyakarta artinya semakin tinggi penerimaan diri pegawai maka semakin rendah pula kecemasannya menghadapi masa pensiun. Sebaliknya semakin rendah penerimaan diri pegawai maka semakin tinggi pula kecemasannya menghadapi masa pensiun. Variabel penerimaan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 34,5% terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dan sebagian besar subjek penelitian mempunyai penerimaan diri dalam kategori rendah dan kecenderungan kecemasan menghadapi masa pensiunan subjek juga termasuk dalam kategori sedang.

The purpose of this study was to determine the relationship between selfacceptance and anxiety towards employee retirement at the among civil servant in Daerah Istimewa Yogyakarta. Variable in this study is self-acceptance and anxiety retirement. The subjects were employees of the Directorate General of Taxes that exist in the province of Yogyakarta over the age of 50 years which amounts to 32 people. Data collection techniques using a scale, which consists of self-acceptance scale and anxiety scales for retirement. The analysis technique used is the statistical method of product moment correlation coefficient Pearson. The final conclusion is that there is a negative relationship (rxy = -0,587) between self-acceptance with employee retirement anxiety at Regional Office of Directorate General of Taxation (DGT) Special Region of Yogyakarta selfacceptance means that the higher self-acceptance among employee then the lower the retirement anxiety. Conversely the lower the self-acceptance, the higher the employee retirement anxiety. Self-acceptance variables contribute effectively to the concerns facing retirement amounted 34,5% and most of the study subjects had low self-acceptance in the category of anxiety and a tendency to face future retirees subjects also included in the medium category.

Kata Kunci : penerimaan diri, kecemasan menghadapi masa pensiun


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.