HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN TIPE D DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI ESENSIAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GODEAN I KABUPATEN SLEMAN
LUKMAN FAUZI, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Pada tahun 2009-2012, hipertensi esensial menjadi penyakit tidak menular tertinggi di Kabupaten Sleman. Puskesmas Godean I merupakan puskesmas dengan laporan kasus hipertensi esensial tertinggi di Kabupaten Sleman. Kepribadian tipe D adalah kepribadian yang ditandai dengan emosi negatif, seperti cemas dan murung, dan hambatan sosial yang dapat meningkatkan kejadian kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kepribadian tipe D dengan kejadian hipertensi esensial. Metode : Disain studi penelitian adalah case-control dengan responden berusia 18-60 tahun yang berobat di Puskesmas Godean I. Kasus adalah pasien yang didiagnosis menderita hipertensi esensial oleh dokter pada bulan Januari-Juni 2013. Kontrol adalah pasien yang didiagnosis tidak menderita hipertensi esensial oleh dokter pada periode yang sama. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan besar sampel sebanyak 278 orang. Data kepribadian tipe D dikumpulkan dengan kuesioner DS-14, di samping data demografi, obesitas, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, konsumsi garam, dan stres. Analisis data dilakukan secara bivariabel, dengan uji chi-square dan multivariabel, dengan uji regresi logistik. Hasil : Umur responden antara 22 hingga 60 tahun (rerata 45,67±10,22). Kepribadian tipe D berhubungan dengan kejadian hipertensi esensial (OR 3,07, CI 95%: 1,83-5,16). Bahkan setelah mempertimbangkan jenis kelamin, obesitas, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan konsumsi garam, hubungan masih tetap signifikan (AdjOR 2,18; CI 95%:1,17-4,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kepribadian tipe D dengan kejadian hipertensi esensial. Rekomendasi yang diberikan adalah memberikan konseling bagi pasien hipertensi esensial untuk dapat mengendalikan emosi negatif dan meningkatkan sosialisasi dengan orang lain, di samping mengendalikan faktor risiko yang lain.
Background : In 2009 – 2012, essential hypertension was the most common non-communicable disease in Sleman District. Godean I Primary Health Center (PHC) was the PHC with the highest reported numbers of patients with essential hypertension in the district. Type D personality, characterized by a joint tendency towards negative affectivity, e.g. worry and gloom, and social inhibition, e.g. reticence, has been associated with increased cardiac related mortality. We did a study among patients consulting at the Godean I PHC to determine if there was a link between type D personality and essential hypertension. Methods : We did a case-control study among 18-60 year old patients consulting at the Godean I PHC. Cases were patients diagnosed with essential hypertension on January- Juny 2013. Controls were patients without essential hypertension on the same period. Patients were simply random sampled until 139 cases and 139 controls were enrolled in the study. We administered the standard DS-14 questionnaire to subjects to determine if any of them had type D personality and also collected data on demographics, obesity, alcohol consumption, smoking habit, physical activity, salt consumption, and stress. Data were entered into a computer and analyzed using Stata software. Chi-square tests and logistic regression were done. Results : Ages of subjects ranged from 22 to 60 years (mean 45,67±10,22). Type D personality was significantly associated with essential hypertension (OR 3.07, 95% CI: 1.83-5.16). Even after adjusting for age, sex, obesity, alcohol consumption, smoking habit, physical activity, and salt consumption, the association was still statistically significant (AdjOR 2.18; 95% CI:1.17-4.05). Conclusions : Type D personality was a predictor of essential hypertension. We recommended that hypertensive patients be given counseling and taught to deal with negative emotions in a healthy way. They were also encouraged to socialize more, avoid smoking, and maintain a normal body weight.
Kata Kunci : hipertensi esensial, kepribadian tipe D, studi kasus kontrol, Kabupaten Sleman